PPKM Darurat: Apa Kabar Perekonomian dan Penerimaan Negara?

Jeven, 2 bulan yang lalu
Media-Image

Indonesia - Melonjaknya kasus Covid-19 belakangan ini membuat pemerintah mengambil tindakan dengan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat dan berpengaruh terhadap penerimaan negara pada tahun ini. Pemerintah memprediksi shortfall (selisih kurang antara realisasi dan target) penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 53,3 triliun.

Sebagai informasi tambahan, shortfall merupakan sebuah keadaan atau kondisi ketika realisasi lebih rendah apabila dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan.

Prediksi ini dinilai bisa semakin melebar apabila pemerintah memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dikarenakan pandemi Covid-19 ini dinilai sudah menjadi tantangan berat bagi perekonomian negara sejak tahun lalu serta membuat penerimaan dari sisi perpajakan menurun dikarenakan penghasilan wajib pajak juga menurun.

Awalnya, pemerintah cukup optimis terkait penerimaan negara dari sisi perpajakan pada tahun ini. Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia, memproyeksi bahwa penerimaan pajak pada sepanjang tahun ini akan mengalami pertumbuhan hingga 9,7%. Dan secara nominal, diperkirakan untuk penerimaan pajak akan mencapai Rp 1.176,3 triliun atau sebesar 95,7% dari target Rp 1.229,6 triliun.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan selama semester I tahun 2021, untuk penerimaan pajak mencapai Rp 557,8 triliun. Faktanya, penerimaan pajak telah mencapai sebesar 45,36% terhadap target dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2021. Realisasi dari penerimaan pajak ini tumbuh sebesar 4,89%.

Dan secara nominal, penerimaan yang berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) masih menjadi sumber utama dari penerimaan pajak. Kontribusi untuk masing-masing adalah sebesar 58,35% dan 39,02% terhadap total penerimaan pajak hingga akhir Juni 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menjelaskan bahwa ada potensi di mana target penerimaan pajak meleset dari target yang disebabkan karena melonjaknya kasus Covid-19 dan juga penerapan PPKM darurat yang berpengaruh terhadap penerimaan negara.

Dengan situasi ini, ada risiko pelebaran shortfall penerimaan pajak pada tahun ini, pada awalnya target pertumbuhan ekonomi pada rentang 4,3% sampai 5,3%. Tetapi pada tahun ini, diperkirakan hanya 3,7% sampai 4,5%.

Oleh karena itu, belanja dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan diperkuat untuk dapat merespon dampak negatif dari peningkatan kasus Covid-19 yang saat ini terjadi terhadap perekonomian negara.

Salah satu upaya untuk merealisasi penerimaan pajak ini dapat segera membaik jika penanganan pandemi Covid-19 dapat berjalan secara optimal dan PPKM darurat diefektifkan, seiring dengan berjalannya vaksinasi massal yang dilakukan pemerintah, karena hal ini dapat mengurangi tarik ulur antara lonjakan kasus pandemi Covid-19 dengan mobilitas dan juga pemulihan ekonomi.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa penyesuaian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 akan kembali dilakukan. Pemenuhan kebutuhan anggaran juga akan dilakukan dengan refocusing terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kementerian atau lembaga dengan menahan berbagai belanja yang bisa ditunda. Semua upaya ini harus ditempuh untuk dapat melindungi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, dan keuangan selama PPKM darurat ini diterapkan.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info