Tahukan Anda Pensiunan Boleh Tidak Lapor SPT?

Tahukan Anda Pensiunan Boleh Tidak Lapor SPT?

Johan, 2 years ago
Media-Image

Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak menegaskan ketentuan yang mengatur bahwa seluruh masyarakat yang memiliki penghasilan kena pajak tergolong sebagai Wajib Pajak berlaku juga bagi pensiunan. Hal ini menunjukkan bahwa Wajib Pajak pensiunan yang masih memiliki NPWP dan mendapatkan penghasilan diwajibkan untuk melaporkan perpajakannya dengan mengisi dan melaporkan SPT Tahunan.

Namun, terdapat juga ketentuan yang mengatur bahwa masyarakat yang secara subjektif dan objektif sudah tidak lagi memenuhi persyaratan Wajib Pajak akan dibebaskan dari kewajiban perpajakannya. Ketentuan ini tentu berlaku juga bagi pensiunan. Wajib Pajak pensiunan bisa terlepaskan dari kewajiban lapor SPT Tahunan, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh DJP. 

Menurut Neilmaldrin Noor selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, bagi para pekerja yang mulai memasuki masa pensiun sudah tidak perlu menyampaikan SPT Tahunan jika sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai wajib pajak.

Kondisi yang dimaksud adalah ketika penghasilan sesudah pensiun di bawah batas penghasilan kena pajak (PTKP). Dengan begitu, apabila penghasilan dalam satu tahun tidak lebih dari Rp 54 juta, maka para pensiunan tidak perlu menyampaikan SPT tetapi ketentuan tersebut tidak berlaku otomatis ketika karyawan memasuki masa pensiun.

Pekerja yang sudah memasuki masa pensiun harus mengajukan sendiri permohonan non-efektif (NE) kepada kantor pelayanan pajak. Dengan persyaratan yang wajib dipenuhi untuk tidak lagi menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan penghasilannya dibawah PTKP.

Jika penghasilan pensiunan masih di atas PTKP, wajib membayar dan melaporkan pajaknya di SPT. Untuk pelaporan bisa memakai formulir SPT Tahunan PPh OP (Orang Pribadi) 1770 atau 1770S.

Peraturan Dirjen Pajak No. PER-04/PJ/2020 yang mengatur ketentuan tersebut. Permohonan untuk menjadi Wajib Pajak NE berlaku untuk semua kategori pajak dan dapat digunakan oleh wajib pajak orang pribadi, badan, umum, dan bendaharawan.

Pengisian Formulir 1770 Bagi Pensiunan

Bagi pensiunan yang tidak lagi produktif mendapatkan penghasilan, maka mereka diharuskan menggunakan SPT Tahunan formulir 1770. Agar lebih mudah, pengisian formulir tersebut dapat dimulai dari bagian lampiran terbelakang. Berikut penjelasan mengenai lampiran-lampiran yang dapat diisi oleh wajib pajak pensiunan jika sesuai.

  1. Lampiran 1770-IV

Pada lampiran ini, Wajib Pajak pensiunan harus menuliskan hartanya pada akhir tahun. Harta yang perlu dilaporkan merupakan seluruh harta milik pensiunan sampai dengan akhir tahun masa pelaporan. 

  1. Lampiran 1770-III

Jika Wajib Pajak pensiunan memiliki penghasilan yang dikenakan pajak final, maka perlu mengisi lampiran 1770-III ini. Contoh kasus yang memakai lampiran ini adalah pensiunan yang memiliki deposito dan melakukan pengalihan hak atas bangunan, tanah, dan lainnya.

  1. Lampiran 1770-II 

Wajib Pajak pensiunan tidak perlu mengisikan data apapun pada lampiran ini, sehingga melanjutkan pengisian pada lampiran berikutnya.

  1. Lampiran 1770-I

Pada lampiran ini tidak perlu diisi bagi Wajib Pajak pensiunan yang tidak lagi mempunyai penghasilan. Wajib Pajak pensiunan dapat langsung masuk pada tahap pengisian tahap awal.

  1. Lampiran 1770

Lampiran ini juga tidak perlu diisi. Yang perlu diperhatikan hanya pengisian nama, NPWP, dan tanggal Wajib Pajak melapor. Jangan lupa untuk memastikan PTKP diisi sesuai dengan PTKP wajib pajak pensiunan tersebut.

Sumber
Direktorat Jenderal Pajak

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn