Pentingnya Kode Billing untuk Bayar Pajak

Sigit A Nugroho, 3 bulan yang lalu
e-billing pajakku

Membayar pajak bisa dapat dilakukan di mana saja. Tanpa perlu harus pergi dan antre di bank/lembaga persepsi, urusan pajak bisa diselesaikan hanya dalam sekali duduk melalui smartphone tanpa pindah aplikasi. 

Apalagi Direktorat Jenderal Pajak juga terus membuka saluran pembayaran pajak untuk mempermudah wajib pajak menjalankan kewajiban perpajakannnya. 

Namun untuk melakukan transaksi pembayaran, wajib pajak harus memiliki kode billing yang menjadi satu kesatuan dari sistem pembayaran pajak.

Pengertian Kode Billing

Definisi Kode billing, menurut Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2019 tentang Pembayaran Pajak Secara Elektronik, adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui Sistem Billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran yang akan dilakukan wajib pajak.

Kode billing sebenarnya telah tersedia sejak lama. Namun, baru dapat diakses secara online melalui sistem ebilling sejak 1 Juli 2016.

Bayar pajak sebelum eBilling

Sebelum adanya ebilling, para wajib pajak harus melalui beberapa langkah untuk menyetor pajak, seperti di bawah ini:

  1. Mengisi formulir Surat Setoran Pajak (SSP)
  2. Menyiapkan uang tunai
  3. Menuju kantor pembayaran
  4. Antre di loket pembayaran
  5. Mendapatkan salinan Bukti Penerimaan Negara


Setelah eBilling

Sesudah adanya e-billing, pembayaran pajak menjadi lebih mudah. Wajib pajak hanya perlu membuat kode billing untuk kemudian digunakan sebagai dasar pembayaran pajak.

Cara mendapatkan kode billing

Merujuk PER-11/PJ/2019 sebagai pengganti PER-05/PJ/2017, kode billing bisa didapatkan melalui beberapa cara.

  • Melalui layanan, produk, aplikasi berbasis web yang terhubung dengan DJP atau kanal resminya di platform Pajakku.
  • Melalui layanan mandiri di kantor Pos atau bank persepsi melalui asistensi petugas bank atau kantor Pos
  • Penerbitan secara jabatan (official-service) oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam hal terbit surat ketetapan pajak, Surat Tagihan Pajak, SPPT PBB, STP PBB, atau SKP PBB yang mengakibatkan kurang bayar
  • Melalui aplikasi WhatsApp dan SMS ke KPP domisili Anda

Kode billing secara bulk

Kebutuhan penerbitan kode billing bagi masing-masing wajib pajak tentu berbeda. Ada wajib pajak yang hanya perlu kode billing untuk satu jenis pajak. Wajib pajak jenis ini tentu saja hanya perlu memasukkan satu jenis pasal saja. 

Yang menjadi tantangan adalah ketika membutuhkan lebih dari satu jenis pasal pajak untuk lebih dari satu Nomor Pokok Wajib Pajak. Sangat tidak efisien bila WP harus memasukkan satu per satu data untuk itu semua.

Tantangan ini terjawab dengan teknologi eBilling Pajakku. Platform yang dikembangkan oleh PT Mitra Pajakku ini memiliki beberapa keunggulan:

  1. Multi-NPWP, multi-pasal, multi-masa pajak secara bersamaan (bulk)
  2. Impor data multi-SSP dalam file excel
  3. Menyediakan template isian untuk bulk
  4. Penerbitan Kode Billing secara realtime


Membayar Pajak dengan Kode Billing

Setelah mendapat kode billing, wajib pajak menggunakan kode tersebut untuk melakukan pembayaran. Bayar pajak dapat dilakukan melalui layanan bank atau lembaga persepsi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan. 

Proses akhir dari membayar pajak adalah penerbitan Bukti Penerimaan Negara.

Jadi, serahkan pengelolaan pajak Anda kepada Pajakku sebagai mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak sejak tahun 2005. Pajakku bisa mengerjakan urusan pajak end to end, dari mulai proses hitung, setor, dan lapor dengan legalisasi Ditjen Pajak.

Segera efisienkan waktu Anda dengan bergabung bersama ribuan perusahaan dan jutaan individu pengguna Pajakku.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2019 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami