Tarif PTKP Beserta Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

Tarif PTKP Beserta Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

Sigit A Nugroho, 3 years ago
Media-Image
PTKP Penghasilan Tidak Kena Pajak_Pixabay_Pajakku

Kepanjangan PTKP adalah penghasilan tidak kena pajak. PTKP merupakan pengurangan penghasilan bruto yang diberikan kepada Orang Pribadi Wajib Pajak Dalam Negeri sebelum menghitung PPh terutang yang tidak bersifat final.

Besaran PTKP ini diatur dalam undang-undang dan/atau peraturan menteri keuangan. Sejak tahun 1983 hingga 2008 Undang-undang Pajak Penghasilan sudah diubah sebanyak empat kali. Ini artinya, dalam jangka waktu 25 Tahun PTKP hanya diubah sebanyak empat kali.

Perubahan tarif PTKP

Namun, perubahan tarif PTKP terlihat lebih aktif sejak tahun 2008. Perubahan ini menggunakan peraturan menteri keuangan.

Pada 2008, terbit Undang-Undang Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008. Perundangan ini menerapkan PTKP terbaru yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2009.

Lalu, pada tahun 2012 terbit Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012.

Tiga tahun kemudian tepatnya tahun 2015 keluar Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.010/2015.

Besaran PTKP kembali dikoreksi pada tahun 2016 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak.

PTKP terbaru

Sejak tahun 2016, belum ada aturan terbaru tarif PTKP. Jadi, besaran tarif PTKP masih mengacu pada tarif yang berlaku sejak 2016.

PTKP Indonesia adalah Rp 54 juta. Jika wajib pajak sudah kawin, terdapat tambahan senilai Rp 4,5 juta.

Begitu juga jika wajib pajak memiliki tambahan tanggungan untuk setiap anggota keluarga sedarah, dikenai tambahan senilai Rp 4,5 juta.

Berikut ini tarif PTKP mengacu pada aturan tersebut

TK/0 (Rp54.000.000)

K/0  (Rp58.500.000)

K/1 (Rp63.000.000)

K/2 (Rp67.000.000)

K/3 (Rp72.000.000)

Menghitung PTKP

PTKP berkaitan dengan PPh 21. Sesuai dengan aturan dan tabel tarif di atas, masing-masing wajib pajak memiliki kewajiban pembayaran sesuai dengan kondisinya masing-masing.

Karyawan lajang

Seorang karyawan berstatus lajang memiliki penghasilan Rp4,5 juta setiap bulan. Berdasar kode dasar penghitungan di atas, maka menggunakan TK/0 alias Rp54 juta. 

Dengan demikian, penghitungan PPh 21 dari karyawan tersebut, sebagai berikut.

Gaji per bulan

   Rp 4.500.000

Gaji setahun

   Rp 4.500.000 X 12

= Rp 54.000.000

PTKP (TK/0)

   Rp 54.000.000

Rumus penghitungan PPh21 terutang

adalah Gaji Setahun dikurangi PTKP:

Rp 54.000.000 - Rp 54.000.000

= Rp 0

Karyawan menikah

Untuk karyawan menikah, sebagai contoh kasus kita gunakan hitungan gaji Rp 6 juta per bulan. Karyawan pada kasus ini dasar penghitungan ada komponen pengurangan biaya jabatan sebesar 5% serta iuran pensiun Rp 100 ribu. 

Berdasarkan tarif di atas, karyawan tersebut memiliki tanggungan PPh21 terutang sebesar Rp435.000.000. 

Dari mana hitungan itu didapat? Tentu saja dengan mengacu pada aturan Pajak Penghasilan dengan memasukkan komponen pengurangan sesuai kategori karyawan.

Simulasi Perhitungan PTKP

Untuk memberi bayangan penghitungan PTKP, berikut kami paparkan simulasinya. 

Bapak X adalah seorang wajib pajak pribadi (single/lajang) yang telah memperoleh penghasilan bruto sebesar Rp 250 juta yang diperoleh atas keseluruhan penghasilan selama 1 tahun bekerja yang berupa gaji, upah, tunjangan, dan honorarium. Untuk kita dapat menentukan besaran pajak yang harus bapak X bayar, maka kita harus mendapatkan penghasilan kena pajaknya terlebih dahulu. Penghasilan kena pajak ini bisa didapatkan dengan cara mengurangi penghasilan bruto dengan PTKP yang berlaku serta biaya lainnya.

Jadi untuk penghasilan kena pajak untuk Bapak X adalah dengan perhitungan Rp 250 juta - Rp 54 juta (PTKP diri wajib pajak orang pribadi) = Rp 196 juta.

Selanjutnya, berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan, kita akan menghitung tarif pajak progresif yang dikenakan atas Bapak X. 

5% x Rp 60 juta  = Rp 3 juta

15% x Rp 136 juta = Rp 20,4 juta

Dari perhitungan tersebut diketahui bahwa jumlah besaran pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak Bapak X adalah sebesar Rp 23,4 juta

Hitung PTKP dengan Pajakku

Agar lebih mudah sebaiknya menggunakan hitungan pajak secara otomatis dengan aplikasi penghitungan pajak secara otomatis. 

Pemberi gaji tinggal memasukkan nominal upah ke dalam aplikasi maka akan langsung keluar hasil yang diinginkan.

Seperti aplikasi yang dikembangkan oleh PT Mitra Pajakku. Urusan perpajakan akan lebih mudah, cepat, dan akurat. Pengusaha bisa lebih fokus dalam mengurusi hal-hal strategis ketimbang administratif.

Jadi, serahkan pengelolaan pajak Anda kepada Pajakku sebagai mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak sejak tahun 2005. Pajakku bisa mengerjakan urusan pajak end-to-end, dari mulai proses hitung, setor, dan lapor dengan legalisasi Ditjen Pajak.

Segera efisienkan waktu Anda dengan bergabung bersama ribuan perusahaan dan jutaan individu pengguna Pajakku.

 

Baca juga Lapisan Pajak Penghasilan Baru di UU HPP

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn