Daftar Insentif untuk Dongkrak Ekspor Furnitur, Salah Satunya Rencana PPN 0%

Sigit , 12 hari yang lalu
Pengusaha mebel. Foto: Binsis.com

Efek perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China musti dapat dimanfaatkan oleh pengusaha asal Indonesia, khususnya eksportir furnitur. Pasalnya, kekuasaan China pada pasar furnitur AS mulai berkurang karena perang dagang tersebut akibat pengenaan bea masuk sebesar 25%.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan nilai kebutuhan impor furnitur AS dalam satu tahun sekira US$96 miliar. China yang selama ini menguasai pasar tersebut mulai terkena dampak perang dagang.

Makanya, pengusaha Indonesia harus dapat memanfaatkan momentum perang dagang dua negara besar tersebut. Untuk mendorong hal ekspor, pemerintahan Presiden Joko Widodo tengah menggodok aturan untuk kemudahan eksportir produk kayu dan furnitur. 

1. PPN 0%

Selama ini, kata Darmin, banyak keluhan dari para pengusaha kayu. Mereka mengeluh soal pajak pertambahan nilai (PPN) kayu log sebesar 10% .

Darmin memastikan tarif itu akan dikurangi. "Kalau itu tadi Menteri Perindustrian mengatakan, sedang dibahas dengan Kementerian Keuangan untuk menolkannya," kata Darmin seperti dikutip Kontan

2. Penyederhanaan SVLK

Sistem verifikasi legallitas kayu (SVLK) yang selama ini berjalan banyak dikeluhkan pengusaha. Proses pengurusan SVLK dinilai cukup banyak dengan harga relatif mahal. Dalam Peraturan Menteri Perdagangan, semua produk kayu kena.

"SVLK ada beberapa pengusaha yang usul disederhanakan. Udah gitu mahal biayanya," kata Darmin.

Padahal, kata Darmin, yang wajib SVLK hanya Uni-Eropa, Kanada, Australia, dan Inggris. Biaya mengurus SVLK berkisar antara Rp20-30 juta. Jumlah itu dinilai bisa memberatkan usaha skala kecil dan menengah.

3. Usulan Financing

Darmin juga mendapat keluhan ihwal pembiayaan atau financing. Keluhan itu mengenai bunga yang dikenakan oleh perbankan. Mereka mempertanyakan bunga deposito 5% sementara bunga pinjaman 12%, bedanya cukup besar. 

Diakui Menko Perekonomian Darmin Nasution, memang ada pandangan di kalangan perbankan bahwa industri kayu itu sunset. Nah itu bagaimana nanti akan dicek dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dengan perbankan, "Bener enggak itu," katanya.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2019 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami