KMK Tarif Bunga Sanksi Administrasi Periode November 2022

KMK Tarif Bunga Sanksi Administrasi Periode November 2022

Yohana Fransiska Aurelia Vivian, 10 days ago
Media-Image

Jakarta - Kementerian Keuangan menetapkan tarif bunga per bulan yang menjadi dasar dalam perhitungan sanksi administrasi berupa bunga dan pemberian imbalan bunga periode 1 November 2022 hingga 30 November 2022.

Adapun, penetapan tarif bunga per bulan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 56/KMK.10/2022. Aturan ini dijelaskan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu atas nama Menteri Keuangan pada 27 Oktober 2022 lalu.

Ada 5 (lima) tarif bunga per bulan untuk sanksi administrasi, yakni mulai dari 0,62% hingga 2,28%. Kelima tarif tersebut lebih tinggi dibanding dengan tarif pada periode Oktober 2022. Begitupun dengan tarif imbalan bunga pajak lebih besar dibanding bulan sebelumnya.

Sebagaimana telah diketahui,  terdapat hal baru dalam komponen penetapan tarif bunga sanksi administrasi pajak yang berlaku mulai Desember 2021, yaitu penambahan ayat dalam Pasal 13 UU KUP dalam UU HPP yang sebelumnya diatur dalam UU Cipta Kerja. Dalam UU HPP itulah terdapat penambahan Pasal 13 ayat (3b).

Tidak hanya itu, seiring dengan berlakunya perubahan dalam UU Cipta Kerja dan UU HPP, tarif sanksi administrasi pajak bersifat dinamis setiap bulannya. Hal ini dikarenakan, mengikuti ketentuan tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang mengacu pada suku bunga Bank Indonesia (BI) sebagai dasar perhitungan untuk menghitung besar sanksi pajaknya.

Baca juga KMK Tarif Bunga Sanksi Administrasi Periode Oktober 2022

Sanksi Administrasi dan Besaran Tarif Periode November 2022

Sanksi administrasi adalah sejumlah pembayaran kerugian oleh Wajib Pajak kepada kas negara. Pembayaran kerugian tersebut sering dikenal sebagai bunga. Besaran sanksi atau tarif yang dikenakan kepada Wajib Pajak disesuaikan dengan jenis pelanggarannya.

Berikut ini perincian tarif bunga per bulan atas sanksi administrasi pajak untuk periode 1 November 2022 hingga 30 November 2022 berdasarkan jenis pelanggaran perpajakan:

  • Bunga penagihan [Pasal 19 ayat (1) UU KUP] dikenakan tarif bunga sanksi pajak sebesar 0,62% dengan uplift 0%
  • Penundaan pembayaran/angsuran pajak [Pasal 19 ayat (2) UU KUP] dikenakan tarif bunga sanksi pajak sebesar 0,62% dengan uplift 0%
  • Kurang bayar penundaan pelaporan SPT Tahunan [Pasal 19 ayat (3) UU KUP] dikenakan tarif bunga sanksi pajak sebesar 0,62% dengan uplift 0%
  • Pembetulan SPT [Pasal 8 ayat (2) dan ayat (2a) UU KUP] dikenakan tarif bunga sanksi pajak sebesar 1,03% dengan uplift 0%
  • Terlambat bayar/setor pajak [Pasal 9 ayat (2a) dan (2b) UU KUP] dikenakan tarif bunga sanksi pajak sebesar 1,03% dengan uplift 0%
  • Pajak tidak/kurang bayar akibat salah hitung/tulis atau PPh tahun berjalan [Pasal 14 ayat (3) UU KUP] dikenakan tarif bunga sanksi pajak sebesar 1,03% dengan uplift 0%
  • Pengungkapan ketidak benaran pengisian SPT [Pasal 8 ayat (5) UU KUP] dikenakan tarif bunga sanksi pajak sebesar 1,45% dengan uplift 10%
  • Sanksi SKPKB [Pasal 13 ayat (2) UU KUP] dikenakan tarif sanksi bunga pajak sebesar 1,87% dengan uplift 15%
  • Sanksi SKPKB [Pasal 13 ayat (2a) UU KUP] dikenakan tarif sanksi bunga pajak sebesar 1,87% dengan uplift 15%
  • Sanksi SKPKB [Pasal 13 ayat (2b) UU KUP] dikenakan tarif sanksi bunga pajak sebesar 2,28% dengan uplift 15%.

Besaran tarif bunga per bulan ini terpantau bervariasi karena merupakan hasil perhitungan tarif bunga per bulan. Perhitungan tersebut didasarkan suku acuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditambah dengan uplift factor dari masing-masing kemudian dibagi 12.

Baca juga Mengenal Pengenaan Pajak atas Bunga Pinjaman

Imbalan Bunga dan Besaran Tarif Periode November 2022

Jika Wajib Pajak memiliki kelebihan pembayaran pajak atas putusan pengadilan pajak yang dikabulkan sebagian atau dikabulkan seluruhnya, maka DJP wajib memberikan hak atas kelebihan tersebut. Hak inilah yang dikenal sebagai pemberian imbalan bunga.

Update tarif bunga imbalan untuk periode 1 November 2022 hingga 30 November 2022 berdasarkan jenis imbalan pajak menyebutkan  bahwa untuk pengembalian kelebihan pembayaran pajak lewat satu bulan, keterlambatan penerbitan SKPLB, dan pemeriksaan pajak tidak dilanjutkan akan dikenakan tarif imbalan bunga pajak sebesar 0,62%. Pasal-pasal yang dimaksud meliputi Pasal 11 ayat (3), Pasal 17B ayat (3), Pasal 17B ayat (4), dan Pasal 27B ayat (4) pada UU KUP.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn