Sri Mulyani Tegaskan Penerimaan Pajak 2023 Tumbuh 5 Persen

Sri Mulyani Tegaskan Penerimaan Pajak 2023 Tumbuh 5 Persen

Adeline Hilary Tambunan, 2 months ago
Media-Image

Jakarta - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menegaskan penerimaan pajak untuk tahun 2023 harus tumbuh sebesar 5% dari penerimaan sebelumnya. Angka tersebut ditargetkan guna menjaga kestabilan ruang fiskal.

Menurut Sri Mulyani, tahun 2023 akan menjadi tahun defisit APBN pertama. Yang mana diperkirakan di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk mencapai hal itu, tentunya negara perlu mengoptimalkan penerimaan dari sektor perpajakan, sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi serta membantu seluruh masyarakat.

Dalam acara 4th Indonesia Fintech Summit 2022, Sri Mulyani mengatakan bahwa 2 tahun terakhir ini APBN telah bekerja dengan keras (shock absorber) dalam membantu serta melindungi negara dan masyarakat akibat adanya peristiwa pandemi Covid-19. Hal tersebut membuat negara dalam keadaan tidak baik-baik saja atau dalam artian mengalami defisit yang cukup besar dan tentunya harus segera dipulihkan kembali.

Baca juga Glosarium Pajak: Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN)

Pada kuartal III/2022, dapat dilihat kinerja konsumsi rumah tangga, investasi, hingga aktivitas ekspor sudah menunjukkan tren positif semenjak tertekan pandemi covid-19. Sehingga, terkait hal ini, pemulihan pada APBN tidak diperbolehkan mengganggu proses pertumbuhan pada perekonomian Indonesia. Kendati demikian, pemerintah masih akan tetap menggunakan APBN sebagai instrumen dalam mendorong penguatan konsumsi rumah tangga, investasi, hingga aktivitas ekspor. Untuk itu, APBN akan mulai dinormalisasikan dalam penggunaannya.

Sebagai tambahan, Sri Mulyani mengatakan bahwa penerimaan pajak saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang signifikan, lantaran adanya peningkatan komoditas (booming komoditas), pemulihan ekonomi, hingga perimaan yang diperoleh karena adanya reformasi perpajakan. Kondisi seperti ini diharapkan dapat terus bertumbuh hingga tahun berikutnya. Dengan adanya penerimaan pajak yang baik tentunya dapat membantu pemerintah dalam memberikan intervensi di saat kondisi ekonomi yang tertekan.

Baca juga Sri Mulyani Sebut Defisit APBN 2022 Bisa Di Bawah 3,9% PDB

Sebagai informasi, hambatan dalam pemulihan ekonomi tentunya tidak hanya berhenti pada peristiwa pandemi Covid-19 ini. Akan masih banyak lagi tantangan atau hambatan yang akan datang seperti situasi geopolitik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi yang kian pesat. Oleh sebab itu, dalam memperkirakan target penerimaan pajak tentunya harus dirancang dengan hati-hati serta dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Terlebih saat ini perekonomian global sedang digadang-gadang akan terjadi resesi.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2023 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn