Kemenkeu Prediksi Penerimaan Pajak Menurun, Ini Dia Sebabnya

Adeline Hilary Tambunan, 13 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Penerimaan pajak untuk kuartal semester II-2022 diperkirakan melemah, dibandingkan pada paruh pertama tahun ini, yakni semester I-2022. Hal tersebut terjadi karena beberapa hal.

Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo, menyampaikan terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab melemahnya penerimaan pajak untuk paruh kedua ini, yakni :

  • Dikarenakan adanya risiko atas perlambatan laju ekonomi secara global
  • Sudah selesainya PPS (Program Pengungkapan Sukarela) atau tax amnesty jilid II, yang mana program tersebut memiliki peranan penting dalam peningkatan penerimaan negara (penerimaan mencapai Rp 61,01 triliun).

Suryo menyebuktan pada penerimaan pajak paruh kedua ini masih memiliki peluang yang cukup stabil dalam pertumbuhannya. Namun, jika diliat pada perkembangan laju ekonomi global pada saat ini yang masih belum stabil tentunya akan berpotensi menghambat perekonomian domestik juga.

Baca juga Sri Mulyani Sebut Setoran Pajak 2022 Akan Tembus Target

Sebagaimana yang dimaksud bahwa penerimaan perpajakan merupakan hasil dari keberlangsungan kegiatan ekonomi, jika ekonomi berlangsung dengan baik maka penerimaannya pun akan berpotensi baik juga, begitupun sebaliknya.

Perlu diketahui penerimaan negara sepanjang paruh pertama ini, yakni dari Januari 2022 hingga Juni 2022 berhasil mencapai Rp 868,3 triliun. Pencapaian tersebut mengalami peningkatan hingga 55,7%, daripada target penerimaan tahun lalu. Dalam hal ini, setidaknya 4 penyebab utama yang mendukung peningkatan penerimaan pajak pada paruh pertama semester I-2022, yaitu :

  • Harga pada komoditas yang tinggi telah berperan penting terhadap penerimaan pajak.
  • Pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan memberikan kontribusi kepada penerimaan pajak. Hal ini terlihat pada PPN atau penerimaan Pajak Pertambahan Nilai dalam negeri dan PPN atas impor.

Baca juga Penerimaan Negara Tumbuh Hingga 50% Dibandingkan 2021

  • Basis penerimaan pajak pada paruh pertama relatif cukup rendah. Hal ini lantaran pemerintah masih banyak mengeluarkan insentif pajak yang tersebar di berbagai sektor usaha guna mendukung pemulihan ekonomi.
  • Dampak yang muncul dari implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Dimana penerimaan pajak ditopang oleh PPS atau program tax amesty jilid II dan juga dibantu oleh penerapan tarif baru atas PPN yakni 11%.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn