Tantangan Penyederhanaan Lapor SPT, DJP Kaji Prepopulated Tax Return

Tantangan Penyederhanaan Lapor SPT, DJP Kaji Prepopulated Tax Return

Yohana Fransiska Aurelia Vivian, 4 months ago
Media-Image

Jakarta - Semakin berkembangnya digitalisasi di era sekarang ini membuat pemerintah terus berusaha menyederhanakan dan memperbaiki layanan administrasi perpajakan melalui digitalisasi sistem. Untuk itu, semakin mudah wajib pajak melaksanakan kewajiban perpajakannya, diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Hal tersebut juga menjadi doa dan harapan yang diamini oleh Dirjen Pajak Suryo Utomo. Suryo Utomo menyampaikan bahwa dirinya pernah diberi tantangan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membuat dan menyusun sistem perpajakan yang mudah dan sederhana seperti semudah bayar pulsa, khususnya terkait dengan perhitungan pajak terutang dan pembayaran pajaknya. Dimana sistem ini nantinya dapat digunakan oleh masyarakat dalam hal menuntaskan kewajiban perpajakannya.

Pemerintah menyadari bahwa bagian tersulit bagi wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya adalah ketika menghitung pajak terutang. Sementara untuk skema pembayaran pajak, saat ini sudah banyak bank dan lembaga persepsi sebagai saluran pembayaran pajak yang siap membantu wajib pajak.

Lebih lanjut, solusi untuk hal tersebut adalah pemerintah mencoba mendapatkan informasi mengenai pemotongan pemungutan pajak dari pihak lain, kemudian disampaikan kepada wajib pajak dan ini menjadi SPT milik wajib pajak. Dimana nantinya prepopulated SPT ini tentu akan berjalan oleh sistem.

Baca juga Ini Dia, Manfaat SPT Prepopulated di Amerika Serikat

Saat ini pemerintah memang sedang menerapkan prepopulated tax return untuk menyederhanakan pelaporan SPT Tahunan PPh. Adapun penerapan Prepopulated tax return ini bertujuan memudahkan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Kemudahan yang diberikan kepada wajib pajak tersebut berupa terisinya penghasilan yang telah dipotong oleh pemberi kerja secara otomatis pada formulir SPT.

Melalui sistem prepopulated tax return ini, wajib pajak akan menerima pop up atau notifikasi dari sistem apabila sudah ada data penghasilan yang berhasil direkam. Kemudian, wajib pajak akan diberikan pilihan, yaitu menggunakan data yang sudah tersedia atau tidak. Hal ini berdasarkan kebutuhan masing-masing wajib pajak.

Baca juga Tak Lapor SPT Tahunan, Seorang Wajib Pajak Ditangkap

Adapun, data yang dimaksud dalam hal ini adalah penghasilan bruto sehubungan dengan pekerjaan dan jumlah Pajak Penghasilan (PPh) yang telah dipotong. Apabila wajib pajak bersedia menggunakan data tersebut, maka wajib pajak cukup mengonfirmasi kebenaran data tersebut serta menambahkan data lain jika ada, seperti harta, utang, dan informasi lain.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn