Cari Tahu Perbedaan STP dan SKP Di Sini!

Putri Novani Khairizka, 10 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Dalam istilah perpajakan sudah tidak asing lagi penyebutan untuk Surat Tagihan Pajak dan Surat Ketetapan Pajak. Namun, apakah Anda mengetahui perbedaannya? Mari cari tahu perbedaannya!

Tercantum dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, hal ini dijelaskan Surat Tagihan Pajak sebagai surat untuk melakukan penagihan pajak atau sanksi administrasi berupa bunga dan denda.

Setiap wajib pajak tentu memiliki kewajiban untuk membayar pajak yang terutang. Oleh karena itu, jika wajib pajak tidak melakukan pembayaran pajak atau pajak yang terutang telah kurang dibayar, maka Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Tagihan Pajak yang berisikan perhitungan sanksi administrasi berupa bunga dengan besaran tertentu.

Ketika wajib pajak terkena sanksi administrasi berupa denda dan bunga, maka Direktur Jenderal Pajak akan menerbitkan Surat Tagihan Pajak berisikan denda dan bunga yang dibayarkan. Bunga tersebut dikenakan per bulan dari jumlah pajak yang ditagih kembali, terhitung dari tanggal penerbitan Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak sampai tanggal penerbitan Surat Tagihan Pajak dan bagian dari bulan dihitung penuh selama 1 bulan.

Adapun, surat ketetapan pajak ialah surat yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Nihil, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, dan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar. Surat ketetapan pajak ialah surat yang ditebitkan oleh Ditjen Pajak setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas pajak. Surat ketetapan pajak tersebut dibuat berdasarkan pendapat dari petugas pajak. Apabila wajib pajak yang menerima Surat Ketetapan Pajak dari Ditjen Pajak tidak terima atas hasil Surat Ketetapan Pajak tersebut, maka wajib pajak dapat mengajukan keberatan pajak.

Fungsi SKP sendiri ialah untuk melakukan koreksi fiskal atas wajib pajak yang tidak memenuhi kewajiban formal dan material; untuk memberikan sanksi administrasi kepada wajib pajak yang melakukan pelanggaran; untuk menginformasikan jumlah pajak terutang; dan untuk mengembalikan kelebihan pajak.

Secara ringkas, perbedaan SKP dan STP ialah surat yang diterbitkan atas hasil pemeriksaan untuk penetapan wajib pajak yang memiliki lebih bayar, kurang bayar, atau nihil, sebagai akibat dari ketidakbenaran dalam pengisian SPT. Sedangkan, STP ialah surat yang dikeluarkan untuk melakukan penagihan atas tagihan pajak atau sanksi administrasi.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn