Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Barista

Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Barista

Putri Novani Khairizka, 3 months ago
Media-Image

Jakarta - Di era milenial sekarang, banyak muda-mudi yang gemar mengkonsumsi kopi. Kopi gini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Apapun aktifitasnya, kerap sekali ditemani oleh kopi.

Nah, jika Anda mengkonsumsi kopi yang enak di sebuah kedai kopi, kopi tersebut dibuat oleh tangan terampil seorang Barista. Istilah Barista pasti sudah sangat familiar didengar. Bagi seorang Barista, untuk menyajikan segelas kopi yang enak tentu membutuhkan kemampuan teknis dan pengetahuan dasar khusus. Mari kita telusuri seperti apa karir sebagai Barista dan bagaimana aturan perpajakannya!

 

Apa Itu Profesi Barista?

Barista dikenal juga dengan istilah ‘seniman kopi’ yang memiliki pengetahuan terkait kopi dan dapat membuat, menghias, hingga menyajikan kopi untuk pelanggan. Istilah Barista berasal dari bahsa Italia, Baristi atau Bariste. Kemudian, namanya diadopsi dalam bahasa inggris jadi Barista. Artinya pun jadi agak berbeda, karena di Italia, seorang Barista menyajikan semua jenis minuman. Sementara itu, di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris, Barista menyajikan minuman yang berbasis espresso.

Seorang Barista harus memiliki pengetahuan tentang kopi yang banyak. Dimulai dari pemanggangan biji kopi, pencampuran kopi, cara menggunakan dan merawat mesin espresso serta buih susu, dan sebagainya. Salah satu kemampuan khusus seorang Barista ialah Latte Art. Keahlian menghias cappuccino dengan menuangkan busa susu ke espresso.

Perlu diketahui, pada era kopi gelombang ke-3, ruang lingkup kerja Barista menjadi sangat kompleks. Profesi ini menyandang banyak wajah (multifaceted) dan talenta, mulai dari sebagai penyeduh, penyaji, pencerah literasi kopi, dan ambassador bagi industri kopi. Industri ini pun telah bertransformasi menjadi industri kuliner.

Tugas Seorang Barista

Tugas seorang Barista bukan hanya membuat kopi, berikut beberapa tugas utama seorang Barista:

1.  Menyiapkan dan menyajikan kopi

Tugas Barista yang pertama tentu membuat dan menyajikan kopi yang enak bagi pelanggan. Tidak hanya kopi saja sebenarnya, melainkan semua jenis minuman yang ada di menu. Hal ini dikarenakan, terdapat pula kedai kopi yang menyediakan menu non kopi seperti coklat, teh tarik, green tea, thai tea, dan lainnya. Tidak jarang pula, seorang Barista harus menyiapkan camilan atau makanan ringan.

Tiap kedai kopi pasti memiliki berbagai cara membuat kopi yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan mesin, ada yang manual, adapula yang menggunakan keduanya. Seorang Barista harus mempelajari metode penyeduhan kopi yang berbeda-beda.

2.  Merawat dan membersihkan mesin espresso

Selain memiliki kemampuan dalam mengoperasikan mesin espresso, seorang Barista pun bertanggung jawab untuk merawat dan menjaga kebersihan dari mesinnya. Membersihkan mesin espresso dan mesin steam wand pun tentu memiliki cara tersendiri untuk tetap bersih dan tidak rusak.

3.  Menjaga kebersihan kedai kopi

Kebersihan kedai kopi pun menjadi bagian dari tugas seorang Barista. Kedai kopi yang bersih dan rapi dapat membuat pelanggan menjadi nyaman dan memiliki keinginan untuk datang kembali. Kebersihan kedai kopi pun perlu dijaga seperti pada area makan seperti meja makan, area kasir, dapur, dan lainnya.

4.  Menerima dan melayani pesanan pelanggan

Apabila ke kedai kopi, kita akan melihat jumlah karyawan yang tidak banyak, hanya sekitar 2-3 orang. Oleh karena itu, Barista pun bertugas untuk menerima dan memproses pembayaran pelanggan. Barista harus memiliki sikap yang ramah dan dapat mengoperasikan mesin kasir.

5.  Menjelaskan dan menyarankan menu untuk konsumen

Pelanggan yang datang ke kedai kopi pun ada beragam. Ada yang sudah terbiasa mengkonsumsi kopi, namun jika ada pelanggan yang masih awam tentang kopi dan bingung harus memesan apa. Maka, Barista bertugas untuk menjelaskan dan merekomendasikan menu untuk pelanggan.

 

Pengembangan Sertifikasi Barista

Dengan tingginya minat profesi Barista, maka sertifikasi bagi Barista tidak dipandang sebagai formalitas. Perolehan sertifikasi Barista ditindaklanjuti dengan berbagai hal yang menjamin kepastian Barista sebagai profesi, baik secara status sosial ataupun ekonomis. Seperti yang tercantum dalam SK Menakertran No 370, tahun 2013. SKKNI Barista secara legal-formal digunakan sebagai dasar dan acuan dalam penataan manajemen dan pengembangan karir SDM Barista berbasis kompetensi, antara lain:

1.  Pengembangan Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Barista

Berupa perumusan program pelatihan, penetapan metode pelatihan, modul pelatihan, , penyusunan kurikulum dan silabus, kriteria dan materi penilaian.

2.  Pengembangan Sertifikasi Kompetensi

Menetapkan sasaran dan materi uji kompetensi, penetapan metode penilaian dan kriteria kelulusan uji serta skema sertifikasi kompetensi bagi Barista.

3.  Pengembangan Sistem Manajemen SDM

Menjadi acuan rekrutmen dan seleksi, pengembangan karir dan penilaian kompetensi SDM barista di jalur struktural ataupun fungsional.

4.  Penataan Organisasi

Merumuskan pola pembagian kerja dan tata hubungan kerja antar posisi atau jabatan terutama dengan mempertimbangkan hasil analisis hirarki serta keterkaitan fungsi-fungsi produktif.

 

Gaji Barista

Diketahui rata-rata gaji Barista ialah Rp3.558.718. Nominal ini merupakan angka rata-rata dengan gaji tertinggi di daerah Jakarta yaitu sebesar Rp4.297.530. sedangkan, gaji paling kecil ialah di daerah Bandung sebesar Rp1.920.229.

Seorang Barista yang bekerja di kedai atau tempat kopi kecil, maka gaji yang akan diterima ialah kisaran Rp1 juta di awal bekerja. Namun, jika sudah lama bekerja maka gaji seorang Barista akan meningkat menjadi Rp1,5 juta. Sementara itu, apabila bekerja di suatu kedai kopi atau coffee shop yang sudah memiliki pengunjung atau pelanggan yang banyak, maka akan mendapatkan kisaran gaji sebesar Rp2 juta untuk awal bekerja dan dapat bertambah hingga kisaran Rp3 juta.

Diketahu pula, jika Barista memiliki jam terbang dalam meracik kopi yang sudah sangat lama dan bersertifikat, maka bisa mengantongi gaji mulai dari Rp7 juta sampai Rp10 juta. Angka ini pun dapat berbeda-beda tergantung dari UMP dan UMK tiap daerah. Tergantung juga dari kemampuan, pengalaman kerja, dan kebijakan pemilik kedai kopi.

 

Aturan Perpajakan Profesi Barista

Pada dasarnya, perhitungan pajak profesi bagi Barista dapat menggunakan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dengan tarif progresif terbaru, yaitu:

  1. 5% bagi penghasilan mulai dari Rp0 sampai dengan Rp60.000.000 per tahun
  2. 15% bagi penghasilan mulai dri Rp60.000.000 sampai dengan Rp250.000.000 per tahun
  3. 25% bagi penghasilan mulai dari Rp250.000.000 sampai dengan Rp500.000.000 per tahun
  4. 30% bagi penghasilan lebih dari Rp500.000.000 per tahun
  5. 35% bagi penghasilan lebih dari Rp5.000.000.000 per tahun.

Perlu diketahui pula, besaran PTKP 2020 yang diberlakukan ialah bagi penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yaitu Rp54.000.000 setahun atau sekitar Rp4.500.000 per bulannya. Hal ini sesuai dengan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.010/2016.

Dari aturan di atas, dapat dilihat, bagi seseorang yang berprofesi Barista akan dikenakan pajak apabila penghasilannya lebih dari Rp4.500.000 per bulannya. Jika di bawah Rp4.500.000, maka tidak akan dikenakan pajak. Kemudian, apabila memiliki penghasilan lebih dari Rp4.500.000 per bulan dikenakan pajak sesuai aturan persenan di atas.

Adapun, barista sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi pun perlu melakukan pelaporan SPT Tahunan. Terkait pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi, Anda dapat melakukannya melalui platform op.pajakku.com. 

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn