DJP Kirim Surat Cinta Ke Orang Kaya, Cek Isinya!

Putri Novani Khairizka, 3 hari yang lalu
Media-Image
Kegiatan IT summit DJP

Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan tiga surat beberapa waktu ini kepada para wajib pajak. Hal tersebut berkaitan pula dengan berlakunya regulasi akses informasi keuangan dan adanya program pengungkapan sukarela atau PPS. Hal tersebut pun dijelaskan Suryo dalam acara sosialisasi Undang-Undang Nomor 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Acara ini dijalankan di Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa 19 April 2022 dan disiarkan secara online. Menurutnya, sejak pemberlakuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1/2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Ditjen Pajak pun memiliki akses terhadap harta seluruh wajib pajak. Pemerintah pun memiliki kewenangan untuk memberikan kebijakan pajak pada wajib pajak yang tidak patuh melaporkan asetnya.

Berhubungan dengan hal tersebut, Suryo pun mengirimkan tiga surat kepada para wajib pajak beberapa waktu sebelumnya. Surat itu juga dikirimkan melalui surat elektronik atau email, dengan sebagian dikirimkan secara langsung.

Suryo juga menjelaskan, pada tahun 2022, tim DJP telah mengirimkan tiga surat secara massal. Surat pertama berisikan mengingat jatuh tempo atau pengisian SPT Tahunan ialah pada tanggal 31 Maret 2022 untuk wajib pajak orang pribadi. Kemudian, sampai 31 Maret 2022 wajib pajak orang pribadi yang mengisi SPT tumbuh sekitar 0,92% dari tahun lalu.

Kedua, tim DJP pun mengirimkan surat mengenai program pengungkapan sukarela (PPS). Ia menjelaskan isi program yang berlaku sampai Juni 2022 tersebut dan mengajak bagi wajib pajak yang belum menyelesaikan kewajiban perpajakannya untuk mengikuti PPS. Ketiga, Suryo mengingatkan seluruh wajib pajak bahwa pemerintah memiliki basis data informasi keuangan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah dapat memiliki acuan, apabila terdapat masyarakat yang tidak patuh menyampaikan hartanya dalam SPT Tahunan.

Suryo pun juga mengingatkan, bahwa tim DJP memiliki database wajib pajak yang belum melaporkan SPT. Adapun, jika belum memiliki kesempatan untuk diikuti dapat dilaporkan dalam beberapa kesempatan ke depan. Dalam kesempatan tersebut ia juga mengingatkan wajib pajak untuk tepat melapor. Melalui unit-unit vertikalnya DJP pun menggiatkan upaya memperbaiki tingkat kepatuhan wajib pajak, caranya ialah dengan memasifkan sosialisasi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn