Target Penerimaan Pajak 2022 Lebih Rendah Dari 2021? Simak Kata DJP

Jeven, 12 hari yang lalu
Media-Image

Indonesia - Tercapainya target penerimaan pajak sebesar  Rp 1.231,87 triliun atau setara 100,19% dari target APBN pada tahun lalu, tentu merupakan pencapaian yang luar biasa bagi DJP.

Karena pencapaian ini merupakan pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir, sebelumnya penerimaan pajak yang tembus target terakhir kali terjadi pada 2008 pada masa pemerintahan Presiden SBY, dimana saat itu posisi Menteri Keuangan juga dijabat oleh Sri Mulyani.

Tahun ini, Ditjen Pajak (DJP) akan berupaya memaksimalkan penerimaan pajak tahun ini sesuai target yang ditetapkan pada APBN 2022, meski target yang ditetapkan itu lebih rendah dibandingkan realisasi penerimaan pajak 2021.

“Masih ada APBN 2022 jadi kita stick kesana dulu, Kita akan upayakan peningkatan penerimaan untuk tahun 2022," kata Dirjen Pajak Suryo Utomo.

Sebagai informasi, penerimaan pajak pada tahun ini ditargetkan sebesar Rp 1.265 triliun. Target ini lebih rendah dibandingkan realisasi penerimaan pajak 2021, dimana jumlah penerimaannya sebesar Rp 1.277,5 triliun.

Lebih jelasnya, pemerintah telah menetapkan target penerimaan PPh pada 2022 sebesar Rp 680,87 triliun, dan diharapkan PPh badan memberikan kontribusi sebesar Rp 185,14 triliun sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 104/2021.

Baca juga Selamat! Penerimaan Pajak Tahun 2021 Capai 100%

Sementara itu, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diharapkan mencapai Rp 554,38 miliar pada tahun 2022. Target ini lebih tinggi dari penerimaan realisasi PPN tahun 2021 yang sebesar Rp 551 triliun.

Pada sisi APBN, target defisitnya pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp 868,01 triliun atau setara 4,85% dari produk domestik bruto (PDB). Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi APBN tahun lalu yang sebesar Rp 783,7 triliun atau setara 4,65% dari PDB.

Realisasi defisit  tahun 2021 masih jauh di bawah target APBN tahun 2021 yaitu sebesar 5,7%. Hal ini juga tidak terlepas dari realisasi penerimaan perpajakan yang berada di atas target dan penggunaan SAL untuk menutupi kebutuhan pembiayaan.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan defisit anggaran  akan tetap dijalankan untuk mendukung konsolidasi fiskal pada 2023.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn