Realisasi Insentif Pajak di 2021 Capai Rp 68,32 Triliun

Tommy, 11 hari yang lalu
Media-Image

Indonesia - Pada 2021, pemerintah banyak memberikan insentif perpajakan sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membantu perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19. Khususnya pemulihan daya beli, dukungan untuk UMKM, hingga perusahaan besar. Apakah banyak yang memanfaatkannya?

Data dari pemerintah mengatakan kalau realisasi insentif perpajakan dalam PEN mencapai Rp 68,32 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jumlah tersebut berarti 112,6% dari pagu yang disediakan yaitu Rp 62,83 triliun.

Baca juga Selamat! Penerimaan Pajak Tahun 2021 Capai 100%

Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, mengatakan kalau insentif 112,6 tersebut berarti penggunaannya melebihi target yang ditetapkan dalam APBN.

Insentif yang diberikan pemerintah melalui PEN berbagai macam jenisnya. Insentif tersebut terdiri atas pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), PPh final UMKM DTP, bebas PPh Pasal 22 impor, bebas bea masuk, dikuranginya angsuran PPh Pasal 25, restitusi PPN dipercepat, PPN sewa unit DTP untuk di mal.

Baca juga Mulai 2022, Perusahaan Terbuka Dapat Insentif Pajak 3 Persen

Pemerintah juga memberikan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor serta PPN DTP rumah guna mendorong konsumsi kelas menengah selama pandemi ini berlangsung.

Berikut perincian pemanfaatan insentifnya:

  • PPh Pasal 21 DTP dimanfaatkan oleh 106.118 pemberi kerja dengan total Rp 5,23 triliun
  • PPh Pasal 22 Impor dimanfaatkan oleh 9.747 wajib pajak dengan total Rp 17,87 triliun
  • Pengurangan angsuran PPh Pasal 25 dimanfaatkan oleh 58.307 wajib pajak dengan total Rp 26,89 triliun
  • Restitusi PPN dipercepat dimanfaatkan oleh 2.857 wajib pajak atau senilai Rp 6,12 triliun
  • PPh Final 0,5% dimanfaatkan oleh 138.635 wajib pajak UMKM dengan total Rp 800 miliar
  • Insentif penurunan PPh Badan dimanfaatkan oleh seluruh wajib pajak badan
  • PPN rumah DTP dimanfaatkan oleh 941 pengembang dengan total Rp 790 miliar
  • PPnBM mobil DTP dimanfaatkan oleh 6 pabrikan dengan total Rp 4,63 triliun
  • PPN sewa unit di mal dimanfaatkan oleh 893 wajib pajak dengan total Rp 180 miliar

Data pemanfaatan insentif perpajakan tersebut membuat Sri Mulyani senang. Karena hal berarti insentif perpajakan efektif dalam memulihkan dunia usaha dari pandemi COVID-19. Ia mengatakan saat dunia usaha mengalami hantaman, pihaknya langsung memberikan insentif sehingga dunia usaha langsung kembali bangkit melawan.

Baca juga Tarif Pajak yang Naik Di Tahun 2022

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn