Manfaat e-Meterai bagi Penerimaan Negara 

Amaranggana, 7 bulan yang lalu
Media-Image

Jakarta - e-Meterai atau meterai elektronik dirilis bulan Oktober lalu (2021) dan disahkan dalam PP No. 86 tahun 2021 dan PMK 133/PMK.03/2021. Meterai elektronik ini pada dasarnya memiliki fungsi dan tujuan yang sama dengan meterai tempel. Bedanya adalah meterai ini berupa label yang penggunaanya dilakukan dengan cara dibubuhkan pada dokumen melalui sistem meterai elektronik. Berdasarkan regulasi, meterai elektronik ini dicetak dan didistribusikan oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

Salah satu motivasi dibalik pembuatan meterai elektronik ini adalah masifnya penggunaan dokumen elektronik terutama pada masa pandemi yang memaksa semua orang untuk mentransformasi segala proses bisnis ke arah digital. Tentu, e-meterai ini di satu sisi memudahkan proses bisnis bagi perusahaan-perusahaan. Di sisi lain, e-meterai ini juga memberikan manfaat bagi negara terlebih dari sisi penerimaan negara. 

Manfaat e-Meterai bagi Penerimaan Negara 

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri menilai kehadiran meterai elektronik merupakan strategi pemerintah untuk mengoptimalisasikan administrasi perpajakan yang lebih transparan. Melalui transparansi administrasi perpajakan ini, nantinya mampu meningkatkan pendapatan negara melalui pengenaan bea meterai. Hal ini dikarenakan bea materai sendiri merupakan pajak atas dokumen, baik dalam bentuk tulisan tangan, cetak, maupun elektronik yang dapat dipakai sebagai alat bukti atau keterangan. 

Dengan adanya e-meterai, perusahaan-perusahaan yang selama ini menggunakan dokumen elektronik dalam proses bisnisnya maupun dalam transaksi, dapat menggunakan meterai secara lebih efektif. Dengan begitu, pemasukan negara di sektor bea meterai akan memiliki satu saluran tambahan yaitu melalui meterai elektronik yang penggunanya juga diprediksi akan masif.

Pemasukan negara ini tidak hanya akan didapatkan dari end-user atau perusahaan pengguna secara langsung, melainkan juga akan didapatkan dari distributor meterai elektronik. Sebagaimana dicantumkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no. 133 tahun 2021 diatur bahwa meskipun Peruri merupakan distributor utama meterai elektronik, namun Peruri dapat membuka akses bagi beberapa institusi untuk menjadi distributor e-meterai. Dibukanya akses untuk mendistribusikan e-meterai ini, diharapkan mampu memberikan kemudahan dan kepastian kepada masyarakat untuk mengakses pembelian secara elektronik. 

Dengan adanya distributor, maka negara juga mampu meningkatkan penambahan penerimaan negara untuk e-meterai. Hal ini dikarenakan distributor mampu menjangkau pengguna e-meterai lain yang tidak bisa dicapai pemerintah atau dalam hal ini Peruri. Terlebih ketika distributor ini sudah diatur untuk menjualkan e-meterai sesuai dengan harga eceran yang berlaku yaitu sebesar Rp10 ribu rupiah. 

 

Baca juga Cek Jenis Dokumen Objek Bea Meterai Elektronik

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn