Membangun Pola Pikir Sadar Pajak, Peran Penting Pajak dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Tommy, 8 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Pandemi mengakibatkan terpukulnya ekonomi global, termasuk juga ekonomi Indonesia – sampai-sampai mengalami resesi. Dalam menangani kendala tersebut, Pemulihan Ekonomi Nasional merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk menstimulasi kembali pertumbuhan nasional. Seperti yang diketahui, pajak memiliki peran yang besar dalam penerimaan negara. Untuk menjalankan PEN, pemerintah sendiri memerlukan dana, dan disanalah pajak sebagai salah satu sumber penerimaan negara memiliki peran yang penting. Oleh karena itu, kita sebagai Wajib Pajak harus memiliki kesadaran pajak yang tinggi, karena penerimaan negara tersebut tergantung dengan kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran pajak.

Ibu Dian Anggraeni, Penyuluh Pajak Ahli Madya dari Dit P2Humas DJP, menjelaskan bahwa PEN merupakan program yang dijalankan pemerintah dalam upaya memulihkan ekonomi negara dalam webinar yang diadakan Pajakku pasa hari Jumat, 10 September 2021. PEN terdiri dari banyak program bagi kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, dukungan UMKM dan korporasi, serta insentif untuk perusahaan. Oleh karena itu pemerintah sendiri membutuhkan anggaran yang lebih besar lagi di tahun 2021 ini, terkhusus untuk biaya vaksinasi yang merupakan pemain penting dalam pemulihan pandemi. Pemerintah juga mengeluarkan berbaga insentif perpajakan bagi kita yang tentunya membutuhkan dana ekstra.

PPMK–31/PMK.10/2021 tentang PPNBM DTP atas Kendaraan Bermotor

Walaupun yang membeli kendaraan bermotor merupakan orang yang sanggup membeli barang mewah, tetapi tujuan utama dari insentif ini adalah untuk merangsang mereka untuk melakukan pembelian kendaraan bermotor. Karena jika industri otomotif naik, maka industri lain seperti kaca, besi, yang berkaitan dengan kendaraan bermotor akan mengalami kenaikan. Jika mengalami kenaikan, maka dibutuhkan tenaga kerja yang lebih yang artinya warga juga ikut terselematkan.

PMK–82/PMK.03/2021 tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi COVID – 19

Pada dasarnya terdapat 6 bentuk insentif:

  • PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah
  • PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah
  • PPh Final DTP pada sektor padat karya tertentu
  • Pembebasan dari pemngutan PPh Pasal 22 Impor
  • Pengurangan Angsuran PPh Pasal 25
  • Pengembalian Pendahuluan PPN

Khusus untuk PPh 21, pemerintah tidak memberlakukan pemotongan pendapatan asal PPh pasal 21 dengan tujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat agar roda ekonomi dapat tetap bergerak di masa pandemi.

Ibu Dian Anggreani mengatakan salah satu insentif yang sering digunakan adalah insentif Pengembalian pendahuluan PPN sebagai PKP berisiko rendah bagi WP yang menyampaikan SPT Masa PPN lebih bayar restitusi paling banyak 5 miliar rupiah.

PMK–83/PMK.03/2021 tentang Pemberian Fasilitas

Pemerintah memberikan berbagai insentif perpajakan untuk mempercepat pertumbuhan industri yang mengalami perlambatan karena dampak dari pandemi COVID – 19.

PMK–102/PMK.010/2021, Insentif PPN Sewa Ruangan

Pemerintah memberikan dukungan kepada para pengusaha yang termasuk sebagai pedagang eceran berupa pembebasan PPN atas uang sewa mereka. Mereka tidak perlu melakukan pembayaran PPN terutang atas biaya sewa mereka.

PMK–103/PMK.010/2021, Insentif PPN DTP atas pneyrahan rumah tapak dan rumah susun

Pemerintah memberikan kemudahan kepada warga yang melakukan transaksi jual beli rumah tapak dan rumah susun dengan membebaskan mereka atas PPN terutang.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info