Kebangkitan Dolar AS, Melemahnya Rupiah

Aji Maulana, 9 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Perkiraan seorang analis Asia Valbury Futures yang bernama Lukman Leong benar adanya. Perkembangan Rupiah melemah dan berbalik arah per hari Rabu ini (8/9) disebabkan karena dolar AS mulai tumbuh menguat, atau rebound, setelah belakangan betah berada di zona merah. Hal ini menyebabkan mata uang Indonesia melemah hingga 0,16% atau 22 poin dari perdagangan di waktu sebelumnya yang mencapai nilai Rp 14.202,00 per dolas AS.

Usut punya usut, tidak hanya rupiah, namun hampir sebagian besar mata uang di kawasan Asia turut melemah di hadapan dolar AS. Negara tetangga kita, yaitu Malaysia, telah mengalami penurunan ringgit sebesar 0,04% terhadap dolar AS. Begitupun yen Jepang menurun 0,01%, diikuti won Korea melemah 0,45%, peso Filipina melemah 0,19%, dan ditutup dengan baht Thailand yang turun hingga 0,2%.

Namun, ketika mayoritas negara lain mengalami penurunan, ada dua negara yang malah menguat. China dengan mata uang Yuan-nya mengalami peningkatan hingga 0,06%, serta dolar Singapura yang meningkat mencapai 0,04%.

Penyebab dolar AS dapat mengalami peningkatan antara lain disebabkan karena imbal hasil atau yield surat utang negara Amerika Serikat menguat. Kondisi tersebut menyebabkan para investor terdorong untuk kembali berinvestasi di surat utang negara tersebut.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info