Kilas Balik: 10 Negara dengan Pendapatan Pajak Terbesar di 2020

Tommy, 8 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Setiap negara memerlukan anggaran agar dapat memenuhi kebutuhan negara dan juga kebutuhan rakyatnya. Tanpa adanya anggaran maka negara tidak dapat melakukan pembangunan infrastruktur, membiayai pengeluaran, serta menjamin pertumbuhan masyarakatnya. Anggaran negara ini dapat berasal dari berbagai macam hal, salah satunya adalah pendapatan negara yang berasal dari pajak yang disetor oleh rakyatnya. Tidak hanya menikmatinya, rakyat pula yang berkontribusi untuk mendukung dan meningkatkan fasilitas dan insentif publik yang diberikan pemerintah demi kemakmuran rakyatnya, Maka dari itu, besarnya pendapatan negara yang didapatkan dari pajak bergantung pula pada kesadaran dan kepatuhan pajak rakyatnya.

Dalam mengukur besaran pendapatan negara dari pajak, tax-to-GDP ratio merupakan salah satu alat ukur yang efektif. Pada dasarnya, tax-to-GDP ratio merupakan besarnya proporsi pendapatan negara yang berasal dari pajak, dibandingkan dengan 2 produk domestik bruto atau total nilai pasar. Tax-to-GDP ratio yang tinggi berarti banyak pendapatan negara yang berasal dari pajak. Hal itu juga bisa menunjukkan bahwa banyak dari rakyatnya yang ikut berpartisipasi dalam membayar pajak. Sebaliknya jika angkanya rendah, berarti pendapatan negara yang berasal dari pajak tergolong sedikit. Hal tersebut juga bisa menunjukkan bahwa dari rakyatnya yang ikut berpartisipasi dalam membayar pajak masih sedikit.

Besaran tax-to-GDP ratio setiap negara juga dapat berbeda sesuai dengan besarnya negara tersebut dan banyaknya populasi di negara tersebut. Pembuat kebijakan juga dapat menggunakan tax-to-GDP ratio untuk membandingkan pajak dari tahun ke tahun, karena dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait naik turunnya pendapatan pajak sebuah negara. Tax-to-GDP ratio juga dapat memberikan gambaran bagaimana kebijakan pajak nantinya harus bergerak, supaya dapat diperbagus.

Pada tahun 2020 lalu, data pemasukan negara dari pajak menunjukkan bahwa negara-negara dengan pemasukan pajak berdasarkan tax-to-GDP ratio terbesar berasal dari benua Eropa. Pada posisi pertama, terdapat Perancis dengan pemasukan pajak sebesar 47,2%, dilanjuti dengan Denmark (47,1%), dan selanjutnya Belgia (45,2%). Pemasukan besar ini dipercaya karena tingginya kesadaran dan kepatuhan pajak di negara-negara tersebut. Selain itu, tarif pajak yang besar juga menjadi faktor pendukung, karena alat ukur yang membandingkan proporsi pemasukan pajak dengan PDB nasional.

Berikut adalah 10 negara yang memiliki pendapatan pajak tertinggi berdasarkan tax-to-GDP ratio:

  1. Prancis 47,2 %
  2. Denmark 47,1 %
  3. Belgia 45,2 %
  4. Swedia 43,4 %
  5. Italia 43,1 %
  6. Austria 43 %
  7. Finlandia 42,1 %
  8. Kuba 42 %
  9. Yunani 41,7 %
  10. Jerman 41,5 %

Perlu diingatkan, bahwa negara maju dan berkembang cenderung memilik angka rasio yang lebih besar. Angka tax-to-GDP juga dapat menggambarkan betapa baiknya pemerintahan dalam menggerakkan sumber daya ekonominya. Semakin besar pendapatan pajak sebuah negara, berarti negara tersebut dapat lebih banyak mengeluarkan biaya untuk meningkatkan infrastruktur, kesehatan, Pendidikan, serta prospek jangka Panjang lainnya untuk kebaikan ekonomi negara dan rakyatnya.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info