Kesetaraan Gender akan Meningkatkan Pemasukan dari Pajak

Jeven, 9 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Di Indonesia, masih terdapat ekspektasi sosial dan kultural bahwa laki-laki harus menjadi tulang punggung keluarga dan diwajibkan bekerja demi mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Berbeda dengan perempuan, dimana perempuan dianggap lebih cocok sebagai bukan pencari nafkah, melainkan lebih baik melakukan pekerjaan rumah tangga yang tidak digaji.

Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan gaji antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan bagi perempuan yang dapat mendorong mereka lebih diberikan kesempatan untuk bekerja agar dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian dari segi perpajakan.

 

Pengaruh Perempuan dalam Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa perempuan memiliki peran penting bagi pertumbuhan perekonomian baik domestik maupun global. Diprediksi bahwa perempuan dapat mendorong kenaikan ekonomi global hingga US$12 triliun pada 2025 atau Rp1.743 triliun (kurs Rp14.530 per dolar AS).

Maka dari itu, dengan mendorong partisipasi perempuan dalam dunia kerja, ada beberapa kebijakan yang dianggap mampu mendorong hal tersebut seperti:

Pertama, mengubah konsep penghasilan yang sebelumnya dihitung berdasarkan keluarga menjadi individu. Konsep ini dinilai merugikan istri yang dianggap pencari nafkah kedua karena tarif pajak yang dikenakan lebih tinggi.

Dengan diubahnya konsep penghasilan tersebut, tarif pajak yang dikenakan akan lebih rendah dan diharapkan pencari nafkah kedua (istri) dapat masuk ke dunia kerja.

Kedua, penambahan infrastruktur. Dengan semakin banyaknya infrastruktur yang tersedia, minat perempuan untuk masuk ke dunia kerja juga akan bertambah.

Penggunaan uang hasil pajak untuk pembangunan dari sisi infrastruktur untuk menunjang kebutuhan bagi perempuan merupakan hal yang dapat dipertimbangkan, seperti meningkatkan dari sisi kenyamanan transportasi, keamanan serta kebersihan fasilitas umum, serta mudahnya akses ke tempat kerja akan meningkatkan minat perempuan untuk pergi bekerja ke kantor.

Apabila anggaran pajak digunakan untuk membangun infrastruktur, tentunya perempuan akan semakin merasa aman, nyaman, dan beban untuk bekerja semakin berkurang.

Ketiga, insentif atau deduction bagi perempuan yang sudah memiliki anak. Bagi seorang ibu, pengeluaran untuk seorang anak pasti akan sangat besar, mulai dari kebutuhan untuk makan, vitamin, dan Pendidikan.

Karena itu, hal ini dapat dipertimbangkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah untuk membuat kebijakan seperti intensif atau deduction bagi biaya atas gaji untuk perempuan yang sudah memiliki anak, sehingga beban seorang perempuan akan lebih ringan.

Dengan mempertimbangkan beberapa kebijakan tersebut, diharapkan partisipasi perempuan dalam dunia kerja akan bertambah, sehingga peningkatan kesetaraan gender, pemasukan negara dari sisi perpajakan, pertumbuhan ekonomi, dan lain sebagainya.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info