Mengenal Bentuk-Bentuk Bea Materai Terbaru

Sandra, 12 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Baru-baru ini Pemerintah Republik Indonesia mengesahkan adanya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Bea Materai yang mengacu adanya perubahan nominal pada Bea Materai yang lama, yaitu Bea Materai dengan nominal Rp 6.000 (enam ribu rupiah) menjadi Bea Materai dengan nominal tetap Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) yang terbaru saat ini.

Mengacu pada UU RI Nomor 10 Tahun 2020, Bea Materai dapat dikatakan sebagai pajak yang dikenakan atas dokumen. Tujuannya tidak hanya untuk memberikan kesetaraan antara dokumen kertas dan elektronik, Bea Materai juga bertujuan untuk membantu masyarakat luas dan pelaku UMKM dengan tarif yang relatif rendah dan terjangkau, serta diharapkan melalui tarif tunggal dan penerapan materai berbentuk elektronik dapat menciptakan keefektivitasan dan kesederhanaan.

Bea Materai pada dasarnya juga dibuat untuk dikenakan pada dokumen sebagai alat untuk menerangkan mengenai suatu kejadian yang bersifat perdata dan digunakan untuk dokumen yang dapat dijadikan sebagai alat bukti di pengadilan.

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 1985, Bea Materai dengan nominal Rp 6.000 (enam ribu rupiah) dikenakan untuk suatu dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nominal lebih dari Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Sedangkan Undang-Undang tersebut kini diperbaharui menjadi UU No. 10 Tahun 2020 Pasal 3 yang menyatakan adanya peningkatan jumlah nominal pada Bea Materai menjadi Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah) yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2021 dan digunakan untuk dokumen yang memiliki nilai nominal lebih dari Rp 5.000.000 (lima juta rupiah). Tarif dalam Bea Materai ini dapat diturunkan atau dinaikkan dengan Peraturan Pemerintah setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Bea Materai dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu:

  • Materai tempel
  • Materai elektronik
  • Materai dalam bentuk lain

Materai Tempel

Materai tempel biasanya merupakan materai yang ditempel secara langsung pada dokumen kertas. Terdapat beberapa ciri umum materai tempel, yaitu:

  • Terdapat lambang negara, yaitu Garuda Pancasila
  • Terdapat frasa “Materai Tempel” yang terletak dibagian pojok kiri atas materai
  • Terdapat angka yang menunjukkan nilai nominal dari materai yang dikeluarkan.

Selain itu, materai tempel juga memiliki ciri yang unik atau khusus sebagai unsur pengaman pada desain, bahan, dan teknik cetak.

Materai Elektronik

Untuk materai elektronik biasanya merupakan materai yang dibuat secara khusus dengan memiliki kode unik dan keterangan tertentu yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri. Kode unik ini nantinya akan disalurkan melalui sistem channeling. Dan nantinya kode unik ini akan diisikan ke suatu e-wallet sesuai dengan biaya yang sudah dibayarkan kepada Direktorat Jendral Pajak. Sistem dari materai elektronik ini bisa dikatakan seperti pulsa. Jika suatu pihak membayar e-wallet maka nantinya pihak yang membayarkan tersebut akan mendapatkan materai elektroniknya.

Materai Dalam Bentuk Lain

Sedangkan untuk materai dalam bentuk lain merupakan materai yang digunakan dan dibuat menggunakan mesin teraan, menggunakan sistem komputerisasi, dan juga mesin percetakan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 4/PMK.03/2021:

  • Untuk materai yang dibuat melalui mesin teraan, memiliki ciri khusus, yaitu:
  • Terdapat logo Kementerian Keuangan
  • Terdapat tulisan “Direktorat Jendral Pajak”
  • Terdapat logo dan/atau tulisan nama dari Pembuat Materai
  • Terdapat tulisan “MATERAI TERAAN”
  • Disisipkan angka yang menunjukkan tarif Bea Materai
  • Terdapat tanggal, bulan, dan tahun pembubuhan
  • Terdapat nomor mesin
  • Dan kode unik.
  • Untuk materai yang dibuat melalui sistem komputerisasi, ciri khususnya meliputi:
  • Memiliki tulisan “BEA MATERAI LUNAS”
  • Terdapat angka yang menunjukkan tarif Bea Materai.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info