Biaya Kepatuhan Pajak: Direct Money Cost, Time Cost, Psychological Cost

Tommy, 13 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Demi meneruskan perputaran roda perekonomian, setiap negara tentunya memerlukan pemasukan. Pemasukan Negara dapat berasal dari berbagai macam hal, salah satunya dalam bentuk penerimaan dari pajak. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009, pajak merupakan kontribusi bersifat wajib yang terutang oleh pribadi atau badan kepada negara yang sifatnya memaksa dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan negara guna kemakmuran rakyatnya.

Pajak merupakan salah satu kontribusi yang besar dalam meningkatkan pendapatan negara, sehingga wajib pajak sebagai rakyat juga berkontribusi dalam memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Pemasukan negara ini tentu bergantung pada tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melakukan kewajibannya.

Banyak hal yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak, salah satunya merupakan biaya kepatuhan pajak atau disebut dengan tax compliance cost. Biaya kepatuhan pajak merupakan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan oleh Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajibannya yaitu membayar pajak kepada negara. Semakin besar biaya kepatuhan pajak, maka semakin rendah tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan pembayaran pajak.

Biaya atau beban tersebut tidak harus memiliki nilai nominal seperti uang bisa juga kompleksitas sistem perpajakan, hukum yang berlaku, waktu, upaya yang dikeluarkan. Sandford dalam bukunya “Administrative and Compliance Costs of Taxation”, menyebutkan bahwa biaya kepatuhan pajak dibagi menjadi tiga yaitu: biaya langsung (direct money cost), biaya waktu (time cost), dan biaya psikologis (psychological cost).

Biaya langsung atau direct money cost merupakan biaya atau beban yang dikeluarkan oleh wajib pajak dapat diukur dengan nilai nominal. Ketika wajib pajak mengeluarkan uang untuk melakukan kewajibannya untuk membayar pajak, maka uang yang dikeluarkan tersebut menjadi direct money cost. Beberapa contoh lainnya adalah pembayaran akuntan, konsultan pajak, biaya kendaraan untuk ke kantor perpajakan, biaya penggunaan aplikasi dari Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP).

Biaya waktu atau time cost merupakan biaya waktu yang diperlukan wajib pajak dalam proses melakukan kewajibannya dalam membayar pajak. Wajib pajak tentu mengeluarkan waktu mereka untuk melakukan pembayaran pajak, waktu yang dikeluarkan tersebut menjadi time cost. Contoh waktu yang biasa dikeluarkan oleh wajib pajak diantarinya mengisi SPT, mengisi formulir-formulir yang diperlukan, tax management, menghitung pajak yang perlu dibayar.

Biaya psikologis atau psychological cost merupakan apa yang dirasakan oleh wajib pajak pada saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kewajibannya dalam membayar pajak. Psychological cost merupakan biaya yang susah diukur dan juga tidak ada penjelasan pastinya.  Proses melakukan pembayaran pajak tentu tidak mudah dan tingkat kemudahannya akan bervariasi bagi setiap orang. Wajib pajak bisa saja merasakan kecemasan, stres, tekanan mental ketika berhadapan dengan urusan pajak.

Pada dasarnya biaya kepatuhan pajak dapat termasuk apa saja yang berhubungan dengan usaha Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran pajak atau dapat dibilang beban yang timbul bagi wajib pajak dalam menjalankan kewajibannya. Semakin besar biaya kepatuhan pajak berarti beban Wajib Pajak juga besar, sehingga semakin rendah kepatuhan Wajib Pajak dalam menjalankan kewajibannya.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info