Kontribusi Pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Cristina, 11 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan suatu rincian daftar yang dibuat secara sistematis dan terperinci yang didalamnya berisi rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama 1 tahun anggaran yaitu dari 1 Januari hingga 31 Desember. Dalam APBN ini terdapat 3 komponen yang telah disetujui oleh DPR, yaitu pendapatan negara, belanja negara, dan pembiayaan negara.

Komponen pendapatan negara ini berasal dari adanya penerimaan baik dalam sektor perpajakan maupun diluar sektor perpajakan. Dimana penerimaan dalam sektor perpajakan ini pengenaannya termasuk dalam kepabean dan cukai, penerimaan pajak, dan hibah.

Pada Dasarnya, pajak memang merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari dalam APBN dikarenakan pajak merupakan salah satu komponen APBN dengan kontribusi terbesar dalam penerimaan negara yang banyak membantu pemerintahan dalam memajukan negara itu sendiri. Serta dalam sektor diluar perpajakan pengenaannya termasuk dalam PNBP, Pendapatan layanan umum, Pendapatan Sumber daya alam, dan Pendapatan dari kekayaan negara.

Komponen lainnya yaitu belanja negara ini dapat disebabkan oleh adanya beberapa faktor yaitu diantaranya adanya kebutuhan penyelenggaraan untuk negara, adanya resiko bencana alam dan dampak krisis global yang tidak menentu terjadinya, adanya asumsi dasar yang diperlakukan dalam makro ekonomi, adanya kebijakan dalam pembangunan, dan adanya kondisi kebijakan tertentu lainnya yang kemungkinan akan terjadi.

Serta dalam komponen lainnya yaitu pembiayaan negara ini setidaknya disebabkan oleh beberapa faktor yang bisa saja terjadi, diantaranya adalah karena adanya asumsi dasar yang diberlakukan terhadap makro ekonomi, karena adanya kebijakan pembiayaan yang mungkin terjadi, serta kondisi atau kebijakan yang bisa kapan saja terjadi. Dalam pembiayaan negara ini setidaknya terbagi atas 2 kondisi, yaitu pembiayaan negara untuk dalam negeri dan luar negeri.

Dimana pembiayaan negara dalam negeri meliputi  pembiayaan untuk perbankan dan non perbankan dalam negeri yang termasuk dalam hasil pengelolaan aset, pinjaman neto dalam negeri, adanya kewajiban penjaminan, adanya surat-surat berharga neto, serta dana investasi yang digunakan oleh pemerintahan. Sedangkan pembiayaan negara luar negeri meliputi adanya penarikan luar negeri atas pinjaman program dan proyek, terjadinya penerusan pinjaman, serta adanya pembayaran cicilan pokok utang keluar negeri . 

Nah, kita sudah mengetahui nih bagian-bagian penting yang ada dalam APBN, tapi apa sebenarnya kita tau apa itu fungsi APBN sebenarnya?

Pada dasarnya APBN telah disusun dengan tujuan yang sudah jelas yaitu dibuat guna untuk acuan belanja dan pendapatan negara untuk melaksanakan beberapa kegiatan yang perlu dilakukan oleh negara serta dengan adanya APBN memberikan gambaran kepada pemerintah tentang apa aja sih yang akan diterima pemerintah sebagai pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan selama 1 tahun penganggaran. 

Nah secara umum fungsi APBN terbagi atas 6 fungsi yang di setiap fungsinya mempunyai dasar-dasar fungsi yang memang menunjang peningkatan perekonomian negara yaitu diantaranya adalah fungsi otorisasi, fungsi perencanaan, fungsi pengawasan, fungsi alokasi, fungsi distribusi, serta adanya fungsi stabilisasi. 

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info