Rekap Kebijakan Stimulus Dampak Covid-19 di Indonesia

Aida, 11 hari yang lalu
Media-Image

Rekap Kebijakan Stimulus Dampak Covid-19 di Indonesia

Jakarta - Sudah lebih dari 1 tahun Indonesia berada pada keadaan darurat pandemic Covid-19 dengan konfrimasi kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020.

Selain melakukan konsolidasi terkait dengan kesehatan, pemerintah juga sangat tanggap dalam melakukan antisipasi terhadap dampak ekonomi yang akan terjadi pada indonesia di tengah ketidak pastian dunia terhadap virus baru ini.

Sepanjang tahun 2020 sesuai dengan yang tercatat pada laman pajak.go.id, pemerintah telah mengeluarkan total 3 paket stimulus ekonomi di bidang perpajakan. Pada kuartal 1 Indonesia tercatat hanya tumbuh sebesar 2.97%.

Melihat indikator perekonomian yang sudah menunjukan lampu kuning menuju merah pemerintah mengeluarkan paket stimulus jilid 1 senilai Rp 8.5 triliun yang ditujukan untuk penguatan ekonomi domestik melalui peningkatan karya percepatan belanja negara (kementrian dan atau lembaga negara) dan sektor wisata yang disadari terdampak imbas yang luar biasa.

Kemudian pada bulan maret pemerintah mengeluarkan stimulus jilid 2 yaitu dengan mengucurkan dana sebesar Rp 22,9 triliun yang terbagi menjadi beberapa bentuk insentif perpajakan. Insentif tersebut terdiri dari PPh Pasal 21 DTP, Relaksasi Penundaan PPh Pasal 22 selama 6 bulan, Penundaan PPh Pasal 25 sebesar 30%, Pajak Final UMKM Ditanggung Pemerintah serta percepatan resitusi PPN selama 6 bulan,

Lalu, yang terakhir adalah stimulus jilid ke 3. Pemerintah mengucurkan dana sebanyak Rp 405.1 triliun yang ditujukan untuk sektor lainnya, sesuai dengan yang tertuang pada Perppu No. 1 tahun 2020 yang kemudian di sahkan menjadi UU No. 2 Tahun 2020 dan kebijakan social safety net. Dukungan dunia usaha terutama untuk menggerakan roda ekonomi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Walaupun tidak semua bantuan tersebut berbentuk bantuan secara langsung tetapi masyarakat perlu melihat dari sudut pandang jumlah besaran nilai tax expenditure, jika di totalkan maka ketiga paket stimulus yang di programkan pemerintah setara dengan 2.5 % PDB (Pendapatan Domestik Bruto).

Rekap Pajakku dalam mendukung Program Stimulus Pemerintah Selama Tahun 2020

Pajakku menyadari bahwa dalam menghadapi dampak ekonomi yang sangat besar, diperlukan kerjasama antara semua stakeholder agar dapat mengembalikan kondisi seperti sedia kala.  Maka dari itu dalam menyongsong pelaporan SPT tahun pajak 2020 Pajakku telah berusaha keras menyiapkan kemudahan bagi masyarakat luas agar dapat berpartisipasi dalam gotong royong pajak dengan mudah.

Dari proses pendaftaran NPWP bagi Wajib pajak Orang Pribadi secara digital yang terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Perpajakan. Lalu kemudahan pembayaran pajak, bea, cukai dan PNBP yang secara resmi telah terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan serta pelaporan SPT Orang Pribadi yang jatuh pada 31 maret 2021 sehingga dapat mendukung kanal DJP Online dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan partisipasi yang tinggi serta keterbukaan perpajakan masyarakat kepada pemerintah melalui kemudahan digitalisasi yang aman dan nyaman, maka terlihat harapan besar untuk dapat menstabilkan perekonomian nasional.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info