Kode Utang Pajak pada SPT Tahunan PPh Orang Pribadi

Kode Utang Pajak pada SPT Tahunan PPh Orang Pribadi

Maria, 4 months ago
Media-Image

Jakarta - Dalam SPT Tahunan Orang Pribadi, terdapat daftar utang yang wajib pajak miliki pada tahun sebelumnya yang perlu dicantumkan. Dalam daftar tersebut, terdapat kolom khusus kode utang yang wajib diisi. Namun, jika wajib pajak tidak memiliki utang, maka kolom tersebut dapat dikosongkan. 

Utang pajak sendiri merupakan pembayaran wajib atas sanksi administrasi seperti bunga, denda, atau surat-surat lainnya yang dikeluarkan berdasarkan peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku. Adapun utang pajak tercantum pada surat ketetapan pajak berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku. 

Aplikasi pelaporan e-Filing telah menyediakan daftar kode utang pajak beserta keterangan untuk setiap kodenya, sehingga wajib pajak dapat dengan mudah mengisinya. Berikut merupakan daftar kode utang pajak dalam SPT Tahunan Orang Pribadi yang perlu diketahui.

Kode Utang Pajak 

Keterangan

101

Utang Bank atau Lembaga keuangan lainnya yang bukan Bank seperti KPR, Leasing Kendaraan Bermotor, dan sejenisnya

102

Utang Kartu Kredit

103

Utang afiliasi atau pinjaman dari pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 18 Ayat 4 Undang-undang Pajak Penghasilan (UU PPh)

109

Utang lainnya diluar yang disebutkan diatas

Utang pajak bersifat wajib dan memaksa, sehingga dapat melibatkan surat paksaan hingga penyitaan. Utang pajak sendiri dapat ditagih secara sekaligus kapan saja tanpa harus menunggu waktu jatuh tempo. Wajib Pajak yang berhutang untuk sementara dilarang untuk meninggalkan wilayah Indonesia selama minimal 6 bulan.

Adapun pelunasan utang pajak tidak harus dilakukan langsung oleh wajib pajak berhutang, namun dapat diwakilkan oleh orang lain yang ditunjuk. Utang Pajak dapat terhapus jika Wajib Pajak melunasi segala pembayaran, telah mendapat kompensasi, melewati masa daluwarsa penagihan utang, mendapat kebebasan sanksi administrasi pajak, serta penghapusan utang pajak yang dikarenakan kondisi keuangan Wajib Pajak itu sendiri. 

Baca juga Kode Harta Pajak pada SPT Tahunan Orang Pribadi

Utang pajak timbul karena 2 teori, yaitu ajaran materiil dan ajaran formil. Dalam ajaran materiil, utang pajak pada umumnya timbul karena adanya ikatan Undang-undang dalam pelaksanaan suatu kegiatan seperti mendapat hadiah undian, mendirikan bangunan, dan memiliki tanah atau bumi dan bangunan, serta melakukan kegiatan ekspor impor yang dapat menghasilkan pendapatan. 

Dalam ajaran formil, utang pajak muncul karena adanya pemungutan utang pajak yang dilakukan oleh fiskus. Maka dari itu timbul surat ketetapan pajak yang memuat jumlah pajak yang belum dibayarkan dan besaran utang pajak ini menganut sistem kebijakan fiskal yang diterapkan pada masa itu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fiskus merupakan pegawai atau orang yang bertugas dalam penarikan atau pemungutan pajak. Sehingga, terdapat surat ketetapan pajak yang berisi informasi jumlah pajak yang belum dibayar dan besarannya sudah menganut kebijakan fiskal yang diterapkan pada masa itu. 

Baca juga Identitias Perpajakan: Arti Kode Seri NPWP

Sumber

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn