Perbedaan Antara Pajak Orang Pribadi dan Pajak Badan

Fatimah, 11 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan menjadi salah satu instrumen penting yang dapat mempengaruhi penerimaan negara. 

Masyarakat yang sudah menjadi wajib pajak perlu melakukan kontribusi kepada negara yang salah satu caranya dapat dilakukan dengan membayar pajak. Adanya pajak tersebut dapat digunakan untuk keperluan negara dan kemakmuran rakyat.

Dari pajak tersebut, pemerintah dapat mendata wajib pajak baik orang pribadi maupun badan. Sehingga hal tersebut dapat memudahkan pemerintah dalam memberikan bantuan berupa insentif pajak. Adapun salah satu contoh nyata bantuan yang saat ini disalurkan seperti insentif pajak PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP).

Agar dapat menikmati layanan tersebut, tentunya masyarakat perlu memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai tanda pengenal seorang wajib pajak orang pribadi maupun badan. Dengan demikian, pemerintah dengan mudah dapat mengetahui status seorang wajib pajak tersebut dan dapat memperoleh bantuan yang dimaksud.

Sebelum membahas lebih lanjut, adapun hal yang hendak disampaikan melalui artikel ini mengenai perbedaan antara wajib pajak orang pribadi dengan wajib pajak badan. Pada artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai wajib pajak agar Anda dapat mengetahui ketentuan-ketentuan lebih lanjut terkait wajib pajak.

Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang membayar, memotong, memungut pajak karena memiliki hak dan kewajiban dalam menjalankan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Sedangkan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan, serta sarana guna mengurus administrasi perpajakan.

Wajib Pajak Orang pribadi tentunya memiliki kewajiban. Adapun kewajiban yang dimaksud yakni wajib memiliki NPWP, menghitung besar pajak yang terutang, membayar pajak, serta melaporkan SPT pajak tahunan.

Wajib Pajak Orang Pribadi terbagi menjadi beberapa kategori, yakni Orang Pribadi (Induk), Hidup Berpisah (HB), Pisah Harta (PH), Memilih Terpisah (MT), dan Warisan Belum Terbagi (WBT).

Kemudian, wajib pajak badan tentunya juga memiliki kewajiban dalam melapor dan membayar pajak. Bagi wajib pajak badan berstatus pengusaha kena pajak (PKP) tentunya secara otomatis dikenakan pajak sesuai UU PPN 11/1984. 

Artinya, suatu pengusaha diwajibkan untuk melaporkan usahanya dan dikukuhkan sebagai PKP. Namun, hal tersebut dikecualikan apabila suatu pengusaha selama 1 tahun hanya memiliki penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 48.000.000.000. Adanya peraturan tersebut dapat memberikan pilihan kepada pengusaha kecil untuk ikut menjadi PKP atau tidak.

Wajib Pajak badan terbagi menjadi beberapa kategori, yakni Badan, Joint Operation, Kantor Perwakilan Perusahaan Asing, Bendahara, Penyelenggara Kegiatan.

Membayar pajak bukan semata-mata dilakukan hanya untuk menjalani kewajiban, namun dilakukan sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan nasional dan pembiayaan negara menuju keharmonisan dan kesejahteraan.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info