Identitias Perpajakan: Arti Kode Seri NPWP

Aida Holandari, 7 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Setiap dokumen yang diterbitkan oleh negara tentu mengandung nomor seri unik yang tercetak di dalamnya. Mulai dari surat, peraturan, hingga dokumen-dokumen identitas seperti KTP, SIM, Paspor, Kartu Keluarga, semuanya memiliki nomor seri yang membedakan satu dokumen dengan dokumen lain.

Sama halnya, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) memiliki kode seri berisi 15 digit angka yang tercetak tepat di bawah logo Kementerian Keuangan pada kartunya.

Setiap warga Indonesia yang sudah berpenghasilan dan cukup umur diwajibkan untuk memiliki NPWP. NPWP sendiri merupakan rangkaian kode unik yang diberikan oleh DJP sebagai tanda pembeda masing-masing dari puluhan juta Wajib Pajak.

Kode seri inilah yang digunakan sebagai identitas Wajib Pajak pemilik NPWP pada saat melakukan administrasi perpajakan.

Pernahkan kamu berpikir apakah rentetan nomor itu memiliki arti tersendiri atau hanya sebatas angka untuk keperluan database?

Mari simak pembahasan arti dari nomor seri NPWP di bawah ini.

Pada kartu NPWP, terdapat kode seri yang terdiri dari 15 angka dengan format kode sebagai berikut: AA.BBB.BBB.C-DDD.EEE. Penerjemahan kode seri ini dapat dibagi menjadi lima bagian dimana setiap bagiannya memiliki arti tersendiri, sehingga setiap nomor pada kartu NPWP dapat digunakan untuk melakukan identifikasi Wajib Pajak secara spesifik.

Cukup melihat dari kode seri pada NPWP saja, Wajib Pajak pemilik NPWP tersebut sudah dapat diidentifikasi berdasarkan tipe Wajib Pajak, nomor urut dari DJP, kode KPP tempat NPWP dibuat, serta status Wajib Pajak.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai arti dari angka-angka tersebut.

Dua digit pertama (AA.xxx.xxx.x-xxx.xxx)

Dua digit pertama pada rangkaian angka NPWP menunjukkan identitas pemilik berdasarkan tipe Wajib Pajak. Dengan menggunakan kode 01 sampai 09, berikut penjelasan lebih lanjut.

-    01 sampai 03 untuk Wajib Pajak Badan

-   04 dan 06 untuk Wajib Pajak Pengusaha

-   05 untuk Wajib Pajak Karyawan

-   07 sampai 09 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi

Digit ke-3 sampai ke- 8 (xx.BBB.BBB.x.xxx.xxx)

Enam angka ini menunjukkan nomor registrasi atau nomor urut yang diberikan oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak kepada Kantor Pelayanan Pajak. Kode ini digunakanan oleh DJP untuk melacak lokasi KPP dimana Kartu NPWP tersebut dibuat.

Digit ke-9 (xx.xxx.xxx.C.xxx.xxx)

Angka ke-9 ini diberikan untuk memastikan keamanan dan legalitas dari NPWP tersebut, untuk menghindari adanya pemalsuan atau kesalahan pada NPWP.

Digit ke-10 sampai ke-12 (xx.xxx.xxx.x.DDD.xxx)

Tiga angka ini menunjukkan menunjukkan Kode KPP yang mengeluarkan NPWP tersebut. Sebelumnya, kode ini dapat berubah jika Wajib Pajak mengajukan pindah NPWP. Namun sejak diberlakukannya NPWP tetap, kode ini sudah tidak lagi akan berubah.

Tiga digit terakhir (xx.xxx.xxx.x.xxx.EEE)

Tiga angka terakhir pada NPWP menunjukkan status Wajib Pajak dengan keterangan sebagai berikut.

-   Kode 000 diberikan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Kantor Pusat. Kode ini diberikan kepada WP yang berstatus Tunggal/Pusat, sehingga sering disebut NPWP Pusat

-   Kode NPWP selain 000 melambangkan Wajib Pajak Cabang, dimana angka terakhir menunjukkan urutan cabang.

Dapat disimpulkan bahwa NPWP merupakan salah satu tanda identitas diri yang unik bagi setiap orangnya. Selain itu, NPWP juga menandakan bahwa Wajib Pajak turut berkontribusi dalam meningkatkan pemasukan negara dari pajak.

Kamu sendiri sudah punya NPWP belum? Yuk simak cara mudah membuat NPWP online beserta persyaratannya.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2020 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info