Pajak Mobil Konvensional di Thailand Akan Lebih Tinggi

Fatimah, 7 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Thailand terus mencari cara dalam melakukan promosi penggunaan kendaraan listrik kepada konsumen. Promosi tersebut dilakukan berupaya untuk mengurangi jumlah polusi udara yang terdapat di negara tersebut.

Pengembangan mobil listrik kini sudah semakin digembar gemborkan dari berbagai belah negara. Hal ini dikarenakan mobil listrik dinilai lebih ramah lingkungan.

Adapun cara ampuh yang memungkinkan warga Thailand untuk beralih menggunakan kendaraan listrik yaitu dengan memberlakukan kebijakan pajak pada kendaraan dengan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE). Adapun pajak yang dikenakan akan lebih tinggi, dengan demikian pembeli akan diminta untuk beralih membeli mobil listrik.

Menurut kabar yang dilaporkan Bangkok Post pada Senin (11/01/2021) bahwa Kementerian Keuangan Thailand menyampaikan bahwa pemerintah telah mengatur jadwal temu dengan perusahaan mobil untuk bulan Januari 2021 guna membahas perencanaan proposal pajak tersebut.

Pada struktur pajak di Thailand sendiri akan diakhiri pada tahun 2025 mendatang. Kemudian, terdapat permintaan yang cukup tinggi untuk mempertimbangkan tarif yang lebih sesuai.

Adapun salah satu perusahaan mobil yang sudah dihubungi pemerintah Thailand yaitu Nissan. Produk asal Jepang tersebut dikatakan mendukung rencana kenaikan pajak guna menerapkan kendaraan ramah lingkungan dengan menggunakan mobil listrik.

Sementara itu, Atthawit Techawiboonwong sebagai General Manager urusan eksternal dan pemerintahan pada Nissan Motor Thailand menyampaikan beberapa hal pendukung program tersebut. Menurut Techawiboonwong, masih banyak produsen mobil yang berpikir menaikkan pajak mobil saja tidak cukup, perlu diadakan suatu kebijakan lagi dalam mengoptimalkan program tersebut.

Adapun langkah-langkah lain, seperti potongan pajak penghasilan perusahaan atau badan guna perusahaan yang memberi kendaraan listrik menjadi awal mula positif. Para Produsen mobil juga perlu mempertimbangkan berbagai macam faktor dalam menjalani program tersebut, seperti permintan dan harga outlet pengisian kendaraan listrik. Hal tersebut perlu dipertimbangkan. Apabila para pembeli tidak siap dengan kenaikan pajak mobil tersebut maka produsen mobil pun juga tidak dapat menjual produk mereka kepada konsumen. Produsen mobil pun juga perlu mempertimbangkan infrastruktur mereka.

Selain itu, adapun langkah-langkah lain seperti badan negara perlu menetapkan model untuk penggunaan mobil listrik. Namun, tanpa adanya perubahan peraturan pengadaan negara yang tidak mendukung pembelian mobil listrik tersebut, tentunya program menjalani kebijakan pemakaian mobil listrik tidak dapat dicapai.

Melihat banyaknya pertimbangan dalam menjalankan program mobil listrik tersebut merupakan misi terbesar negara Thailand. Perubahan besar tersebut tentunya memerlukan waktu dan persiapan matang sehingga terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.

Sementara itu, apabila program tersebut berhasil diterapkan, maka negara Asia lainnya termasuk Indonesia juga dapat melakukan program tersebut demi menuju lingkungan yang lebih asri dengan memanfaatkan kendaraan bertenaga listrik.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2020 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info