Pemerintah Usulkan 5 Program PEN Sebesar Rp 26,94 Triliun

Fatimah, 13 hari yang lalu
Media-Image

Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat virtual dengan Komite IV DPD pada Senin (09/11/2020) telah menyampaikan bahwa pemerintah mengusulkan lima program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021.

Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa DPR sudah memberikan izin untuk pemerintah dalam merombak kembali program dalam APBN 2021. Perombakan dilakukan melalui skema relokasi anggaran. Beliau sedang mengkaji beberapa program PEN 2020 agar dapat dilanjutkan untuk tahun 2021 mendatang.

Adapun anggaran yang disiapkan untuk kelima usulan program yang akan dilanjutkan sampai dengan tahun 2021 mendatang sebesar Rp 26,94 triliun. Pertama, bantuan berupa kuota Internet pendidikan gratis melalui Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama sebesar Rp 11,42.

Program bantuan kuota internet pendidikan gratis tersebut dijalankan guna membantu kegiatan belajar dan mengajar antara guru dan pelajar. Kuota internet pendidikan tersebut dapat diterima oleh pelajar baik siswa SD sampai dengan Mahasiswa. Baik guru dan dosen pun juga mendapatkan bantuan kuota internet tersebut.

Kedua, diskon listrik bagi industri kecil dan pelanggan rumah tangga sebesar Rp 3,78 triliun. Kebijakan tersebut dijalankan guna membantu kebutuhan masyarakat kelas bawah dan industri kecil selama menghadapi masa sulit akibat pandemi COVID-19.

Rumah tangga dengan besaran listrik 450 VA diberikan diskon sebesar 50 persen, rumah tangga dengan 900 VA diberikan diskon sebesar 20%, dan industri kecil dengan besaran listrik 450 VA diberikan diskon 50%.

Ketiga, pemerintah akan memberikan fasilitas berupa pembebasan rekening minimum, abonemen sosial, biaya beban, serta bisnis dan industri bagi pelaku usaha sebesar Rp 850 miliar. Melihat kuartal I tahun 2021, masih banyak pelaku usaha yang tertekan akibat efek pandemi. Oleh karena itu, dibutuhkan stimulus guna membangkitkan kembali dunia usaha yang terimbas pandemi.

Keempat, insentif diberikan untuk tenaga kerja penanganan pasien COVID-19, serta vaksinasi dan APD diberikan sebanyak Rp 2,38 triliun. Insentif penanganan pasien COVID-19 direncanakan mencapai 50% dari besaran insentif tahun 2020. Sedangkan, insentif program vaksinasi dan APD dijalankan sepanjang tahun 2021 mendatang. Anggaran yang akan dibutuhkan sebesar Rp 4 triliun. Dengan demikian total insentif yang diberikan untuk tenaga kerja penanganan COVID-19 mencapai Rp 6,38 triliun.

Usulan pada poin keempat tersebut diusulkan berdasarkan asumsi program vaksinasi tenaga medis yang baru dapat dijalankan secara maksimal pada awal kuartal II/2020.

Adanya pertumbangan tersebut memunculkan asumsi bahwa pada kuartal I/2021, para tenaga kesehatan pasti masih akan memerlukan bantuan berupa insentif dari pemerintah. Sebab, biaya perawatan masih dibutuhkan sampai dengan kuartal II/2020.

Kelima, biaya perawatan pasien COVID-19 selama enam bulan kebutuhan sebanyak Rp 4,52 triliun. Adanya kebutuhan dana ini Menteri Keuangan berencana melakukan relokasi anggaran APBN guna memenuhi kebutuhan vaksinasi COVID-19 dan PEN 2021.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2020 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info