Pajak Nol Persen Mobil Baru Guna Mendukung Perekonomian Masih Ditunggu Konsumen

Fatimah, 13 hari yang lalu

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin masih mengharapkan percepatan pada insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM atas mobil baru senilai nol persen dan pemangkasan pajak kendaraan bermotor atau PKB. Tujuan utama yang hendak dicapai yaitu guna menstimulus pasar serta mendukung pertumbuhan sektor otomotif yang semakin menurun kondisi penjulannya akibat pandemi COVID-19.

 Kondisi pada produksi mobil di Indonesia terasa semakin menurun. Hasil penjualan hanya mencapai 12.632 unit, sedangkan angka tersebut dikatakan lebih rendah dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Federasi otomotif ASEAN pada Bulan Juni lalu tercatat hasil penjualan di Thailand mencapai angka 58.049 unit. Kemudian, Malaysia mencapai 44.695 unit, Vietnam mencapai 24.002 unit, dan Filipina mencapai 15.578 unit.

Kendala tersebut memungkinkan industri otomotif dalam negeri mengalami ancaman eksodus pada para pemain besar otomotif ke luar negeri. Secara utilitas, produksi pabrik mobil Indonesia dapat dikatakan sangat rendah. Oleh sebab itu, industri otomotif akan sangat membutuhkan bantuan berupa insentif pajak nol persen atas PPnBM. Direktur Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier menyampaikan bahwa ia berpendapat insentif pajak PPnBM untuk mobil baru dikatakan bersifat mendesak. Sebenarnya, permintaan insentif pajak atas PPnBM pada mobil baru sebesar nol persen tersebut diusulkan hanya berlaku hingga Desember 2020. Usulan insentif tersebut dilakukan guna memulihkan sektor perindustrian otomotif yang kian semakin lesu.

Kementerian Keuangan Bersama Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan masih belum selesai dalam melakukan pengkajian dan pembahasan atas usulan insentif pajak PPnBM mobil baru sebesar nol persen tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya beberapa komponen pajak kendaraan atau mobil baru. Sebab pajak tersebut berkaitan dengan pajak dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Walau demikian, Kementerian Keuangan sebenarnya sudah menerima dokumen usulan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen dari Kementerian Perindustrian. Kementerian Keuangan masih melakukan koordinasi secara internal atas pengkajian dan pembahasan relaksasi tersebut. Pembahasan dipimpin oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Kementerian Keuangan serta Kementerian atau Lembaga yang terkait.

Adapun keputusan mengenai pajak PPnBM mobil baru sebesar nol persen yang masih dikaji pemerintah membuat beberapa konsumen menaham pembelian mobil baru. Sebab, hal tersebut cukup memberikan efek pada kegiatan penjulan mobil di tingkat ritel. Sekretaris Jendral Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Kukuh Kumara menyampaikan bahwa jumlah penjualan mobil pada bulan September 2020 memiliki jarak selisih yang jauh dengan pabrik ke dealer, dan dealer ke konsumen. Jumlahnya nya mencapai 5. 192 unit. Hal ini disebabkan banyak konsumen yang masih menahan pembelian. Dengan demikian, Kementerian Perindustrian melalui Kementerian Keuangan meminta untuk segera menyetujui usulan insentif PPnBM mobil baru sebesar nol persen dengan harapan aktivitas industry otomotif mampu bangkit kembali dari keterpurukan selama pandemi.

Sumber

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2020 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info