Pajak untuk Usaha Emas

Cristin, 12 hari yang lalu

Jakarta - Pengusaha toko emas merupakan orang pribadi yang melakukan kegiatan usahanya dibidang emas perhiasan yang dalam penjualannya atas dasar pesanan ataupun penjualan langsung kepada konsumen baik atas produksi sendiri maupun pihak lain atau pedagang eceran. 

Emas perhiasan yang dijual didefiniskan bahwa perhiasan dalam bentuk apapun yang bahannya biasanya menggunakan logam mulia baik sebagian atau seluruhnya , termasuk juga yang dilengkapi dengan batu permata atau bahan lain yang melekat dan terkandung dalam emas perhiasan yang akan dijual tersebut. 

Pajak yang dikenakan untuk emas perhiasan merupakan salah satu bentuk pajak pertambahan nilai yang menggunakan nilai dasar pengenaan pajak lain-lain, dimana nilai dasar pengenaan pajak lain-lain disini berarti sebuah nominal uang yang ditetapkan sebagai dasar pengenaan pajak yang diberlakukan dan diatur oleh peraturan menteri keuangan. 


ada 2 Pengusaha yang akan dikenakan pajak atas penjualan perhiasan emas ini antara lain yang pertama adalah pabrik emas perhiasan yaitu pengusaha yang menghasilkan emas perhiasan yang melakukan kegiatan jual beli dan memberikan jasa perbaikan atau modifikasi dan jasa lainnya yang berkaitan dengan perhiasan emas. Serta yang kedua adalah pedagang emas perhiasan yang hanya melakukan kegiatan jual beli atas perhiasan emas. 


Pengenaan aspek perpajakan pada bidang emas ini telah diatur sebagaimana yang tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan No.83/KMK.03/2002 yang membahas tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Emas Perhiasan Pengusaha Toko Emas Perhiasan. Serta aturan terbaru yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan No.79/PMK.03/2010 yang membahas tentang Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan atas Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan usaha tertentu. 

Penyerahan atas perhiasan yang dilakukan oleh pengusaha toko perhiasan emas dikenakan pajak pertambahan nilai terutangnya dengan tarif 10% dari harga jual perhiasan emas tersebut. Seperti yang disebutkan di awal tadi bahwa dalam pengenaan pajak pertambahan nilai menggunakan dasar pengenaan pajak nilai lain. Sehingga nilai lain yang dimaksud antara lain dikenakan perhitungan PPN 10% x harga jual perhiasan emas terhadap penyerahan perhiasan emas oleh pengusaha toko penjualan perhiasan emas, serta dikenakan perhitungan jumlah PPN yang harus dibayar oleh pengusaha toko perhiasan emas yaitu 10% x 20% x jumlah seluruh penyerahan emas perhiasan. 


Dalam hal ini perhitungannya seperti kasus ketika bapak B yang memiliki toko perhiasan dan telah dikukuhkan sebagai PKP. Selama bulan Juni 2019 peredaran usaha atas penyerahan emas perhiasan tokonya tercatat sebesar Rp 250 JT Sementara itu pembelian atas barang berupa emas perhiasan pada periode itu tercatat sebesar Rp 300 JT. Dengan keterangan tersebut dapat kita ketahui bahwa perhitungan pajak pada perhiasan emas ini adalah :

PPN yang dipungut oleh pembeli yaitu PPN keluaran = 2% x Rp 250 JT = Rp 5 JT

PPN yang dibayar oleh toko yaitu PPN masukan = 2% x Rp 300 JT = Rp 6 JT, namun dalam PPN masukan ini faktur pajaknya tidak dapat dikreditkan. Jadi berdasarkan perhitungan tersebut diketahui bahwa PPN yang wajib di setor oleh toko perhiasan emas bapak B sebesar Rp 5 JT.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2020 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info