Target Penerimaan Pajak 2021 Turun 3,05 Persen

Fatimah, 9 hari yang lalu

Indonesia - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memberitahukan bahwa target penerimaan pajak akan diturunkan sebanyak 3, 05 persen atau sebanyak Rp 38, 9 triliun pada postur APBN tahun 2021. Dengan demikian nilai target penerimaan pajak 2021 disepakati menjadi Rp 1. 229, 6 triliun dari dana yang direncanakan sebelumnya sebesesar Rp 1.268, 4 triliun.

Penurunan target penerimaan pajak tersebut telah disepakati oleh Badan Anggaran atau Banggar dan Kementerian Keuangan. Perbaikan target dilakukan pemerintah demi menyesuaikan proyeksi pada penerimaan pajak tahun 2020 yang tidak tercapai target dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2020 dengan nilai Rp 1. 198, 8 triliun.

Panitia Kerja A atau Panja A sudah mendiskusikan kebutuhan perbaikan target penerimaan pajak 2021 agar lebih menggambarkan kondisi realitas yang akan dihadapi pada tahun depan. Walaupun hasil pembahasan RAPBN 2021 telah memutuskan perbaikan target penerimaan pajak, Kementerian Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa Direktorat Jendral Pajak atau DJP akan tetap mengupayakan pengumpulan pajak dilakukan dengan optimal dan sepenuh tenaga untuk tahun depan.

Sri Mulyani pada raker Bersama dengan Banggar DPR berkata bahwa pemerintah melihat target pada RUU APBN 2021, berdasarkan basis tahun 2020 yang lebih rendah dapat menimbulkan implicit growth menjadi melambung tinggi yang angkanya mendekati 18 persen. Walaupun begitu, ketidakpastian ekonomi yang cukup besar masih akan terlihat pada tahun 2021 mendatang.

Berdasarkan target penerimaan pajak dengan jumlah Rp 1. 229, 6 triliun, adanya sejumlah sumber pajak yang mengalami penurunan dan peningkatan target. Hal yang dimaksud tersebut seperti kenaikan pada pajak penghasilan atau PPh sebesar Rp 4, 6 triliun menjadi Rp 45, 7 triliun. Sementara pada sisi lain, pajak pertambahan nilai mengalami penurunan sebesar Rp 20, 7 triliun menjadi Rp 68, 1 triliun.

Pajak pertambahan nilai atau PPN pun juga mengalami penurunan yang turun sebanyak Rp 27, 5 triliun dan untuk pajak lainnya mengalami peningkatan sebesar Rp 4, 7 triliun. Apabila digabungkan dengan bea cukai atau target penerimaan perpajakan ditetapkan Rp 1. 444, 5 triliun atau menurun Rp 37, 4 triliun dari yang sebelumnya pada nota keuangan dengan jumlah Rp 1. 481, 9 triliun.

Sementara pada pendapatan yang bersumber dari kepabeanan dan cukai, mengalami peningkatan sebanyak Rp 1, 5 triliun menjadi Rp 215, 0 triliun dari jumlah sebelumnya Rp 214, 4 triliun [ada nota keuangan. Ketua Badan Anggaran atau Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah meminta kepada pemerintah agar dapat mencapai target penerimaan pajak yang ditetapkan. Said Abdullah berpendapat bahwa penentu dalam pencapaian target pembangunan pada tahun 2021 adalah penerimaan pajak.

 Target penerimaan pajak yang telah disepakati dengan jumlah Rp 1. 229, 6 triliun tersebut cukup optimis dan realistis bagi pemerintah. Menurut Said Abdullah, target penerimaan pajak tersebut telah berada pada atas pertumbuhan alamiah yang mendekati angka Sembilan persen (9%). Walaupun demikian, target tersebut juga memiliki konsekuensi yang terdiri dalam postur APBN lain. Apabila target tidak tercapai, maka pemerintah perlu memiliki menajemen risiko fiskal yang baik dengan harapan tidak terjadi penambahan pada defisit negara.

Sumber

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2020 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info