Mengenal Kode Seri Nomor Faktur Pajak

Mengenal Kode Seri Nomor Faktur Pajak

Desak Melinda, 3 years ago
Media-Image

Kode atau penomoran pajak seringkali kita temui dalam dokumen-dokumen perpajakan. Namun, apakah Mitra Pajakku mengetahui arti dibalik nomor-nomor tersebut? Tentunya kode ini bukan hanya sekedar nomor saja loh, ada makna yang berbeda bagi setiap kode.

Mari simak pengertian secara detail tentang format dan penomoran pada Faktur Pajak.

Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) ialah nomor seri yang diberikan oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak) kepada PKP (Pengusaha Kena Pajak) berupa kumpulan angka sehingga PKP tidak diperbolehkan sembarangan untuk menginput kode seri nomor faktur pajak selain yang di tentukan oleh DJP.

Sesuai dengan PER-24/PJ/2012 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari 16 (enam belas) digit ada nomor seri faktur pajak yang perlu di ketahui oleh wajib pajak saat bertransaksi terdiri dari 16 digit, yaitu 

1.    2 (dua) digit Kode Transaksi

2.    1 (satu) digit Kode Status

3.    13 (tiga belas) digit Nomor Seri Faktur

 

Kode Transaksi

Pada dua digit pertama yang kita temui dalam faktur pajak merupakan kode yang di tentukan oleh pengusaha karena yang mengetahui transaksi sebenarnya adalah pengusaha dengan siapa akan melakukan transaksi jadi kode ini menunjukan siapa yang menjadi lawan transaksi pengusaha. Masing-masing dari digit tersebut memiliki artinya, yakni:

1.    Kode Transaksi 01

Pada kode ini digunakan untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) dan PPN nya di pungut oleh PKP sebagai penjual yang melakukan penyerahan BKP/JKP. Kode ini digunakan kepada jenis penyerahan selain sebagaimana yang di maksud pada kode 04 hingga kode 09.

2.    Kode Transaksi 02

Kode ini digunakan untuk penyerahan BKP atau JKP kepada pemungut PPN seperti bendahara pemerintah, BUMN serta badan usaha tertentu yang PPNnya di pungut oleh pemungut PPN Bendahara Pemerintah.

3.    Kode Transaksi 03

Kode ini di gunakan untuk penyerahan BKP atau JKP kepada Pemungut PPN lainnya (selain Bendahara Pemerintah) dan PPNnya di pungut oleh oleh pemungut PPN lainnya (selain bendahara pemerintah) seperti Kontraktor Kontrak Kerja Sama pengusahaan Minyak sesuai dengan Peraturan nomor 73/PMK.03/2010 dan juga badan usaha tertentu sebagai pemungut PPN dan pajak penjualan atas barang mewah.

Baca juga Tarra e-Faktur, Solusi Pengelolaan Faktur Pajak Anda

4.    Kode Transaksi 04

Kode ini digunakan untuk penyerahan BKP atau JKP yang menggunakan DPP nilai lain dan PPNnya di pungut oleh PKP Penjual yang melakukan penyerahan BKP atau JKP, seperti barang untuk pemakaian sendiri dan pemberian cuma-Cuma.

5.    Kode Transaksi 05

Pada kode ini tidak digunakan.

6.    Kode Transaksi 06

Pada kode ini digunakan untuk penyerahan lainnya dan PPN nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan atas BKP atau JKP dan juga penyerahan dilakukan kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri (turis asing) sesuai dengan pasal 16E UU PPN.

7.    Kode Transaksi 07

Kode ini digunakan untuk penyerahan BKP atau JKP yang mendapat fasilitas PPN di pungut atau di tanggung pemerintah (DTP), seperti Bea Masuk dan penyerahan untuk pengelolaan di kawasan berikat.

8.    Kode Transaksi 08

Kode ini digunakan untuk penyerahan atas BKP atau JKP yang mendapatkan fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN.

9.    Kode Transaksi 09

Kode ini digunakan untuk atas penyerahan aktiva pasal 16D yang PPN nya dipungut oleh pihak PKP sebagai penjual yang melakukan penyerahan BKP dan BKP ini berupa persediaan atau aktiva yang menurut tujuan semula untuk tidak diperjual belikan.

 

 Kode Status

Setelah membahas 2 digit kode transaksi, pada nomor seri faktur juga ada 1 digit yang merupakan kode status, yaitu :

a)   0 untuk status faktur pajak normal

b)   1 untuk status faktur pajak pengganti

Dan untuk penerbitan faktur pajak pengganti ke-2 dan seterusnya akan tetap menggunakan kode status yang sama yaitu kode 01.

Baca juga Saat Pembuatan Faktur Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak

Nomor Seri Faktur Pajak

Pada nomor seri yang terdiri dari 11 digit nomor urut yang di pisahkan dengan 2 digit tahun penerbitan dan nomor seri faktur tersebut diberikan dalam bentuk nomor dengan jumlah permintaan PKP.

Ketentuan terbaru mengenai Faktur Pajak tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2022 yang berlaku sejak 1 April 2022.

Adapun, pada Pasal 9 ayat (1) PER-03/PJ/2022 menyebutkan bahwa PKP dalam membuat Faktur Pajak wajib menggunakan kode dan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP).

Kode dan NSFP terdiri dari 16 (enam belas) digit, yaitu:

  1. 2 (dua) digit kode transaksi;
  2. 1 (satu) digit kode status; dan
  3. 13 (tiga belas) digit NSFP yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

Kemudian, Pasal 15 ayat (7) huruf a PER-03/PJ/2022 juga mengatur bahwa jumlah NSFP yang diberikan kepada PKP atas setiap pengajuan permintaan NSFP sebanyak 75 NSFP. Hal ini berlaku bagi PKP yang baru dikukuhkan dan PKP yang jumlah Faktur Pajaknya dalam 3 (tiga) masa tidak melebihi 75 Faktur Pajak.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn