Ekspor Jasa, Apa Itu?

Rosita Dewi, 9 hari yang lalu

Pernahkah anda mendengar ekspor Jasa? Untuk anda yang sudah berkecimpung di dunia perpajakan pasti tidak asing lagi dengan istilah ekspor jasa, namun berbeda halnya dengan orang awam atau orang yang ingin tau tentang pajak. Ekspor jasa masuk kedalam bagian Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Berdasarkan Undang Undang Nomor 42 Tahun 2009 menyatakan bahwa jasa adalah kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan yang menyebabkan suatu barang, atau kemudahan dan atau fasilitas untuk dipakai.

Sebelum mengetahui lebih jauh tentang ekspor jasa, ketahui terlebih dahulu prinsip dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dalam konteks perpajakan, terdapat dua prinsip yang diterapkan oleh otoritas pajak dalam memberlakukan Pajak Pertambahan NilaI yaitu origin principle dan destination principle. Origin principle merupakan, barang dan/ atau jasa yang akan dikenakan pajak di tempat dimana barang atau jasa tersebut diproduksi. Sedangkan, destination principle adalah barang atau jasa yang akan dikenakan pajak di tempat dimana barang atau jasa tersebut dikonsumsi. Maka dari itu, principle destination yang diekspor akan dikenakan PPN dengan tariff sebesar 0% atau bebas pajak.

Dengan demikian Ekspor jasa menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/ 2019 merupakan jasa kena pajak yang setiap kegiatan penyerahan jasa kena pajak yang dihasilkan di daerah Pabean, untuk dimanfaatkan sebagai penerima Ekspor jasa kena pajak yang berada di luar daerah pabean. Kendati demikian, pemerintah mulai memperluas pengenaan PPN dengan tariff 0% hal tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/ 2019 yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing Ekspor jasa. Sebelum diterapkannya PMK 32/ 2019 untuk perluasan jasa, pada Peraturan Menteri Keuangan 70/ 2010 hanya terdapat tiga jenis jasa Ekspor saja yang dikenakan tariff 0%. Jasa-jasa tersebut diantaranya yaitu jasa maklon, jasa perbaikan dan perawatan barang bergerak, beserta jasa konstruksi. Untuk menggerakkan dan menggenjot kegiatan eskpor jasa di Indonesia.

Perlu diketahui juga, tidak semua jasa bisa di ekspor, ada kriteria-kriteria tertentu untuk dapat menentukan jenis – jenis jasa yang dapat diekspor, yaitu:

1) Kegiatan Ekspor yang melekat pada barang bergerak yang dikeluarkan untuk dimanfaatkan di luar daerah pabean

2) Kegiatan Ekspor yang melekat pada barang tidak bergerak yang berada pada daerah di luar pabean

3) Kegiatan selain yang disebutkan tadi, hasilnya akan diserahkan untuk dimanfaatkan di luar daerah pabean dengan cara penyampaian secara langsung dan tidak langsung.

Berikut Ekspor jasa yang di kenakan tariff 0% atau tidak dikenakan pajak dari PPN, yaitu:

a) Jasa maklon

b) Jasa perbaikan serta perawatan

c) Jasa pengurusan transportasi terkait tujuan Ekspor

d) Jasa konsultasi konstruksi

e) Jasa teknologi dan informasi

f) Jasa penelitian dan pengembangan

g)   Jasa persewaan alat angkut berupa pesawat untuk kegiatan penerbangan internasional atau kapal laut untuk kegiatan pelayaran nasional

h) Jasa konsultansi

i) Jasa perdagangan yang berupa jasa mencarikan penjual barang di dalem daerah pabean yang bertujuan Ekspor

j) Jasa interkoneksi

Perlu diketahui, untuk Ekspor jasa yang menerima fasilitas tariff PPN 0% atau pembebasan pajak harus memenuhi dua persyaratan formal, yaitu berdasarkan atau perjanjian tertulis dan terdapat pembayaran dan disertakan bukti pembayaran. Pembayaran dan bukti pembayaran yang sah, di dalam hal ini berasal dari penerimaan Ekspor kepada pengusaha kena pajak yang melakukan kegiatan Ekspor. Adapun perjanjian tertulis yang dimaksud harus mencantumkan dengan jelas jenis jasanya, rincian kegiatan yang dihasilkan di Indonesia, untuk dimanfaatkan di luar Indonesia oleh penerima Ekspor dan nilai penyerahan jasa.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2020 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami