KESEHATAN DUNIA dan DAMPAKNYA TERHADAP EKONOMI

Andry, 8 bulan yang lalu

Bandung - Bandung, pajakku.com – Awal tahun 2020, dunia dilanda dengan berbagai berita yang menggemparkan, salah satunya adalah wabah flu dari virus corona (2019-Ncor) yang ditemukan pertama kali kasusnya di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Virus corona ini juga sudah termasuk ke dalam kasus pandemik, kasus penyakit menular yang sudah menjangkit ke wilayah yang luas. Namun, persoalan wabah seperti ini bukanlah yang pertama kali. Sejak dahulu kala, manusia telah melewati berbagai macam kasus pandemik lainnya, seperti Spanish Flu (H1N1), HIV, atau pun Ebola.

Dari semua penyakit tersebut, kita tentu paham benar bahwa kita harus menghindari penyakit-penyakit tersebut karena akan menggangu produktivitas mengingat penyakit tersebut dapat menggangu kesehatan atau bahkan sampai memberikan ancaman kematian. Selain itu, ternyata berbagai penyakit tersebut, khsusunya yang bersifat pandemik, tidak hanya akan berimplikasi terhadap suatu individu, tetapi bisa sampai menggangu pilar-pilar sebuah negara, termasuk ekonomi. Tulisan ini akan membagikan juga mengulas beberapa inforamsi terkait hal tersebut.

Pertama, kita akan menilisik soal Spanish Flu, penyakit yang sering juga disebut dengan flu babi (swine flu) yang disbeabkan oleh viru influenza A tipe H1N1. Penyakit ini pertama kali dideteksi di Amerika, tepatnya pada kawasan East Coast, pada tahun 1918. Adanya penyakit berpengaruh sangat besar pada roda ekonomi Amerika, walau pun tidak lama (short-term effect). Banyak moda bisnis, terutama yang bergerak dalam bidang hiburan dan jasa yang mengalami penurunan pendapatan secara signifikan (bisa mencapai setengah kali dari pendapatan biasanya). Walau begitu, ada pula beberapa industri yang mendapatkan keuntungan dari adanya efek ini, seperti industri kasur tidur dan obat-obatan, hal ini dikarenakan adanya saran dari berbagai akademisi dan dokter untuk para pengidap Spanish Flu agar meningkatkan pola istirihat sembari meminum obat yang diresepkan.

Kurang lebih, hal ini pula yang terjadi pada kasus penyakit pandemik lainnya yaitu AIDS yang disebabkan oleh virus HIV (HIV/AIDS). Virus ini diyakini berasal pertama kali dari daerah Afrika Barat dan Afrika Tengah dan baru berhasil diisolasi juga diidentifikasi pada rentang tahun 1983 sampai 1986. Dampak dari penyakit HIV yang sampai sekarang belum jelas kebisaanya untuk disembuhkan tentu tidak main-main bahkan terhadap ekonomi. Menurut suatu kajian akademik pada tahun 2002, setidaknya ada tiga masalah ekonomi yang disebabkan oleh adanya virus ini, yaitu bekurangnya tenaga kerja, berkurangnya produktivitas kerja, dan pengurangan ekspor sekaligus kenaikan impor. Implikasi dari dampak-dampak tersebut adalah berkurangnya pertumbuhan ekonomi 2-4% dari data 41 negara Afrika sejak tahun 90-an sampai 2001.

Terakhir, salah satu yang paling anyar sebelum wabah akibat keluarga virus corona (SARS, MERS, atau pun WuFlu) adalah kasus pandemik akibat virus Ebola. Pada 2014, saat kasus Ebola ada di puncak, ada begitu banyak negara di Afrika, yang sebagai tempat asal virus, yang mengalami kenaikan angka kemiskinan. Bahkan, sesuai dengan kajian yang dipublikasikan World Bank pada 2016, Liberia, Guinea, dan Sierra Leone diperkirakan mengalami kerugian sebesar 2,2 miliar Dolar AS dalam Produk Domestik Bruto (PDB) mereka. Penyebab utama dari kerugian tersebut adalah jatuhnya industri jasa dan pertanian. Saat wabah ini menyerang, masyarakat menjadi takut untuk menuju daerah-daerah pertanian yang sudah banyak terindikasi adanya kasus Ebola, hal itu menyebabkan berkurangnya pasokan makanan dan tidak stabilnya harga pangan yang secara runtut ikut menghancurkan berbagi lini ekonomi negara-negara agragris tersebut.

Dari berbagai informasi tersebut, kita bisa semakin yakin bahwa kewaspadaan terhadap suatu virus yang mudah sekali penyebarannya dan belum ditemukan pengobatannya dalah hal yang sangat wajar dan sudah seharusnya. Walau pun kajian soal efek ekonomi Wuhan Flu ini belum ada, namun tentu saja efek penyakit tersebut, seperti yang terjadi pada kasus-kasus sebelumnya, pasti akan berdampak negatif. Bahkan melihat persebarannya, efeknya mungkin tidak akan terasa hanya di RRT, tetapi juga seluruh dunia, apalagi RRT juga merupakan salah satu kekuatan ekonomi dunia hari ini. Kita semua tentu berharap Indonesia, tempat kita tinggal dan bekerja, punya strategi untuk menangani wabah tersebut dan terus meningkatkan fasilitas-fasilitas kesehatan baik untuk pencegahan mau pun pengobatan agar bangsa ini terhindar dari berbagai macam persoalan, bukan hanya soal kesehatan masyarakatnya, tetapi juga pilar-pilar bangsa lainnya.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2020 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info