Tumbuhkan kesadaran pajak sejak dini dimulai dari lingkungan pendidikan

ayu, 11 hari yang lalu

jakarta - Siapa yang tak kenal dengan pajak? mendengarnya saja sudah bikin was-was dan bertanya dalam hati “aduh..udah taat pajak belum ya?”

Pajak merupakan kewajiban setiap warga Negara, namun apakah setiap warga Negara sudah paham akan pajak itu sendiri? Apalagi seiring berjalannya waktu banyak aturan-aturan pajak yang sering mengalami perubahan. Masih banyak sekali orang-orang yang belum paham pajak dan manfaat apa yang mereka peroleh ketika membayar pajak. Biasanya, masyarakat baru sadar pajak setelah adanya peringatan pemeriksaan ataupun ketika sudah mendapatkan sanksi berupa denda. Banyak yang belum tahu bahwa uang pajak yang sudah dikumpulkan oleh direktorat jenderal pajak akan kembali disalurkan keseluruh instansi yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas umum seperti, jalan raya, jembatan, pelabuhan hingga bandara.

Membangun budaya akan sadar pajak bukanlah hal yang mudah namun selalu ada cara untuk mengantisipasinya. Seperti judul lagu dari salah satu band yaitu “jangan menyerah”, begitupun Pemerintah yang tidak kehabisan cara untuk menyadarkan kepada masyarakat akan pentingnya pajak. dan seperti kata pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, Ditjen Pajak perlu berupaya untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pajak bagi masyarakat dan negara mulai dari usia dini melalui jalur pendidikan.

Dalam rangka membangun kesadaran pajak sejak dini, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaksanakan program kesadaran pajak dalam pendidikan, dimana wadah pendidikan dapat mensosialisasikan sekaligus mengimplementasikan pembelajaran muatan kesadaran pajak di lingkungan sekolah masing-masing. Pada tanggal 22 November 2019, Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara mengadakan Pajak Bertutur 2019 yang ber-tema “Guru, Baktimu Tiada Tara” secara serentak oleh seluruh unit kerja Direktorat Jenderal Pajak. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Suluttenggomalut Agustin Vita Avantin. Dalam sambutannya, beliau berkata bahwa “kesadaran pajak perlu untuk ditanamkan sejak dini di semua lapisan pendidikan terutama kepada para calon pemimpin masa depan agar di masa yang akan datang tercipta suatu generasi yang cerdas dan taat pajak, sehingga pembangunan bangsa akan lebih meningkat.”

Kegiatan Pajak Bertutur ini juga serentak dilakukan dalam skala nasional di Kantor Pusat DJP, seluruh Kanwil DJP, KPP dan Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai informasi, Kegiatan Pajak Bertutur tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2017. Pajak Bertutur merupakan kegiatan mengajar yang dilakukan oleh seluruh unit kerja Ditjen Pajak di seluruh Indonesia secara serempak di sekolah tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP) dan tingkat atas (SMA).

Banyak hal positif yang ditanamkan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya merubah paradigma membayar pajak karena paksaan menjadi bangga karena sudah taat pajak. Karena masyarakat harus sadar bahwa dengan taat pajak berarti masyarakat telah menjadi pahlawan di Negeri ini. Di masa sekarang pahlawan bukan hanya yang bertopeng, dengan taat membayar pajak kalian sudah bisa dikatakan pahlawan karena membantu membangun Negara Indonesia yang diketahui 85 persen pendapatan Negara berasal dari penerimaan pajak. Masyarakat yang telah taat pajak harus bangga karena telah berkontribusi langsung kepada Negara Indonesia. Maka dari itu, mari ber sama-sama membangun Negara menjadi lebih baik dengan taat pajak. mari bersama-sama menjadi generasi yang sadar akan pajak dan melaksanakan kewajiban sebgai wajib pajak. Karena pajak untuk kesejahteraan kamu dan ratusan juta penduduk Indonesia.

Sumber

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2019 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami