Respons Publik atas Calon Dirjen Pajak Suryo Utomo

Sigit , 23 hari yang lalu

Nama Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo makin santer sebagai kandidat terkuat calon Direktur Jenderal Pajak periode 2019-2024. Prediksi ini dilontarkan oleh beberapa kalangan dari mulai pengusaha hingga pengamat perpajakan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, misalnya. Dia mengatakan kalau Suryo sangat cocok menjabat Dirjen Pajak. 

Hariyadi beralasan Suryo memahami substansi dan regulasi perpajakan, sehingga Dirjen Pajak periode 2019-2024 tidak perlu belajar dari awal.

Selain itu, Suryo dinilai mampu membaca situasi perekonomian global dan iklim dunia usaha. Hal ini menjadi penting agar Dirjen Pajak dapat menelurkan kebijakan sesuai dengan kondisi ekonomi domestik.

Hariyadi berharap, dengan kemampuan itu, Dirjen Pajak bisa memberikan kebijakan insentif ketika ekonomi domestik lesu. Sebaliknya, saat kondisi ekonomi stabil, pemerintah dapat mengoptimalisasi perpajakan dengan orientasi fungsi dan anggaran.

"Pak Suryo bisa mengerti antara fungsi anggaran dan stimulus. Selama ini hubungan Pak Suryo dengan pengusaha cukup baik, koordinasi bagus," kata Hariyadi seperti dikutip Kontan.

Sementara, praktisi perpajakan sekaligus Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyebut Suryo sudah terbiasa mendalami bidang pajak.

Menurutnya, Surya cocok karena dia dari internal. Sudah mengetahui lapangan dan punya pengalaman memahami persoalan. 

"Punya pengalaman cukup untuk melanjutkan tugas Pak Robert. Apalagi terakhir Pak Suryo menjadi staf ahli Menteri Keuangan yang sehari-hari bertugas membantu Dirjen Pajak di bidang peraturan. Saya kira sudah cukup pas untuk melanjutkan di sana," kata Yustinus seperti dikutip KBR.

Sebelumnya, Prastowo sempat memperkirakan saingan terberat Suryo adalah Suahasil Nazara. Namun, kini Sahasil sudah dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan periode 2019-2024.

Prastowo menilai, posisi Suryo saat ini sangat strategis sebagai staf ahli yang sering mengkaji kebijakan dan regulasi perpajakan. Bahkan, Prastowo bilang, Suryo selama ini menjadi kunci di tim reformasi perpajakan.

“Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati agaknya ingin beri reward internal, dan tidak mau berlama-lama. Jadi menurut saya jelas, Suryo paling berpeluang dan itu wajar,” kata Prastowo.

Yustinus menyebut, di tengah situasi ekonomi yang sulit akibat ketidakpastian global ini diperlukan strategi kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya kebijakan yang cukup moderat, tidak menekan dunia usaha dan lainnya.

"Selanjutnya, menurut saya, Dirjen Pajak perlu melanjutkan simplifikasi administrasi supaya lebih mudah, efisien, dan cepat. Lalu yang ketiga, praktek perpajakan di lapangan musti dipastikan semua bisa berjalan dengan baik, satu penafsiran dan pemahaman," ujarnya.

Dirjen Pajak yang baru harus sudah diputuskan sebelum 31 Oktober 2019 mengingat tanggal tersebut adalah hari terkahir masa jabatan Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak. 

Seperti dilansir Detik, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengajukan nama untuk calon Dirjen Pajak ke Presiden. 

Kepastian itu diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti. "Pejabat baru Dirjen Pajak akan dilantik segera setelah Pak Robert Pakpahan memasuki masa purna tugas. Akan dilantik akhir Oktober," kata dia seperti dikutip Detik.

Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2019 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami