Membandingkan Cara Pembuatan e-Bupot 23/26 Single dengan Impor Massal (2)

Pajakku, 13 hari yang lalu
e-bupot pajakku

Pembuatan elektronik bukti potong (e-bupot) dapat dilakukan secara single maupun impor massal. Pada artikel sebelumnya, kita telah mengulas cara membuat e-bupot PPh 23.

Jadi, setelah mengisi data, isi jenis dokumen, nomor dokumen serta tanggal dokumen, langkah selanjutnya adalah mengisi pajak penghasilan yang dipotong. Pada tahap ini, mitra sekalian harus memasukkan kode objek pajak atas transaksi pemotongan dan jumlah penghasilan bruto.

Simak gambar berikut untuk dapat mengisi kotak isian pajak penghasilan yang dipotong berupa kode objek pajak atas transaksi pemotongan dan jumlah penghasilan bruto.

Setelah itu pilih identitas pemotong, tanggal pemotongan serta pernyataan persetujuan.

Lalu klik tombol simpan/save. Pastikan Masa dan Tahun tanggal pemotong sama dengan masa dan tahun pada SPT.

Bagaimana menurut mitra sekalian, mudah bukan? Pembuatan e-bupot PPh 23 dengan metode tunggal melalui aplikasi sangatlah mudah. Tentu saja ini akan menjadikan urusan perpajakan mitra sekalian lebih efisien dan hemat waktu.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana dengan pembuatan e-bupot PPh 26? Pada prinsipnya, cara untuk membuat e-bupot PPh 26 dengan cara input mirip dengan e-bupot PPh 23. Yaitu dapat dilakukan melalui menu bupot PPh 26 di luar SPT ataupun didalam SPT. Silakan ikuti langkah-langkah pembuatan e-bupot PPh 23 untuk membuat e-bupot PPh 26.

Sekarang kita masuk ke pembuatan e-bupot 23 dengan metode impor massal. Seperti judul arikel ini kita akan membandingkan antara pembuatan e-bupot 23/26 metode single dengan impor. Namun, ada baiknya kita jeda sejenak, dan tutorial membuat e-bupot 23/26 akan dibahas pada artikel "Membandingkan Cara Pembuatan e-Bupot 23/26 Single dengan Impor Massal (3)"

 


Artikel Lainnya

Fokus

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2019 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami