Berita

Kemudahan akses perpajakan terus diupayakan demi menaikkan penerimaan negara. Direktorat Jenderal Pajak membuat berbagai inovasi, baik dari sisi internal maupun melibatkan perusahaan swasta.

 

PT Mitra Pajakku adalah perusahaan swasta pertama atau pionir yang dilibatkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam hal penyelenggaraan eFaktur Host to Host. Layanan ini merupakan integrasi data dari perusahaan wajib pajak dengan server DJP.

 

Keberhasilan penerapan eFaktur Host to Host ini mendapat sambutan baik dari beberapa media nasional.

 

Laman Bisnis.com menulis "Kembangkan Layanan Digital, Mitra Pajakku Turut Dorong Penerimaan Pajak".

 

Dalam beritanya, Bisnis mengutip pernyataan Direktur Mitra Pajakku (Pajakku.com) Dedi Rudaedi yang mengatakan bahwa sistem yang dikembangkan dibuat oleh putra-putri bangsa yang memahami dunia teknologi dan peraturan perpajakan.

Pajakku host to host

 

Adapun, teknologi dalam sistem Pajakku sangat memahami kebutuhan pengelolaan perpajakan di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia.

 

“Ini merupakan sebuah apresiasi dari pemerintah kepada inovator-inovator negeri sendiri seperti kami untuk bersama-sama membangun negara dari sektor perpajakan,” ujar Dedi seperti ditulis laman tersebut.

 

Laman Medcom.id mengambil judul "Mengintegrasikan Data Perpajakan secara Digital". Tulisan itu membahas manfaat dari integrasi data perpajakan.

 

Beberapa manfaat dari integrasi data perpajakan adalah meminimalkan tingkat kesalahan dalam pengelolaan perpajakan serta mempercepat proses pelaporan, karena seluruh proses dilakukan secara digital dan otomatis.

 

Dengan demikian, integrasi data perpajakan ini sangat mendukung tata kelola perusahaan yang baik, yang dikenal dengan istilah good corporate governance (GCG) dalam hubungannya dengan transparansi pengelolaan keuangan perusahaan, dengan tidak mengabaikan kerahasiaan data WP sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

 

Namun demikian, proses integrasi data perpajakan harus dilakukan secara cermat dan penuh kehati-hatian. Proses integrasi data perpajakan dilakukan oleh penyedia jasa aplikasi perpajakan yang telah mengantongi izin (lisensi) yang dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak serta dinyatakan lolos uji sistem (user acceptance test) oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

 

Perusahaan penyedia jasa aplikasi perpajakan pertama yang mendapat lisensi resmi untuk menyelenggarakan host to host (h2h) atau integrasi data perpajakan adalah PT Mitra Pajakku (Pajakku.com), tertuang dalam Surat Keputusan No.19/PJ/2018.

 

Sedangkan laman viva.co.id melalui artikel "Perusahaan Urus Kewajiban Pajak Kini Lebih Mudah secara Online" memfokuskan pada cara kerja host to host.

 

Dengan aplikasi tara efaktur host to host, WP Badan juga dipermudah dalam melakukan integrasi data dari Enterprise Resources Planning atau ERP yang dimiliki WP dengan penerapan host to host, pembuatan faktur pajak, validasi dan pelaporan dalam jumlah besar menjadi lebih mudah.

 

“Pengelolaan perpajakan menjadi sangat efisien, cepat, sekaligus akurat. PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang telah menjadi mitra kami mengaku dapat mengurangi cost secara signifikan, tidak ada lagi sanksi perpajakan dikarenakan tercapainya zero human error,” kata Dedi.



Sementara laman Majalah SWA (swa.co.id) memilih judul "Pajakku Meminimalisir Kesalahan" untuk mengupas Pajakku.

Majalah SWA menyebut bahwa Teknologi h2h dapat mengolah data perpajakan  di perusahaan, anak perusahaan, hingga tingkat cabang.  Data-data perpajakan dari semua PKP (anak perusahaan) dan cabang (point of sales) itu dikelola dalam satu database. 

Kemudian, melalui bantuan micro-services dan queueing management yang telah terintegrasi dapat menjamin kecepatan, akurasi, dan kemudahan proses.

Proses ini akan memberikan berbagai keuntungan dan kemudahan Wajib Pajak dalam memonitor, mengelola, dan menyimpan data perpajakan, karena proses Hitung-Bayar - kode billing –Lapor dilaksanakan secara terintegrasi.

Seluruh proses di atas dilakukan secara akuntabel, transparan dan dapat meminimalisasi kesalahan manusia (zero human error), dan semua tahapan dilakukan secara cepat, aman, akurat, dan seketika (realtime).(***)