Forum : Perbedaan konsep penilaian kembali aset tetap dalam ketentuan pajak dan psak

Perbedaan konsep penilaian kembali aset tetap dalam ketentuan pajak dan psak


mevisukmawatiOct 5, 2022 6:05 PM

Halo kak, ijin bertanya

Perbedaan konsep penilaian kembali aset tetap dalam ketentuan pajak dan psak

Makasi kak

supriantoOct 6, 2022 5:27 PM

Berdasarkan Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Emik Suyani dalam publikasinya yang berjudul "APAKAH KETENTUAN PAJAK PENGHASILAN ATAS REVALUASI ASET TETAP SEJALAN DENGAN KONVERGENSI IFRS?"

  • Terdapat perbedaan perlakuan penilaian aset tetap menurut akuntansi (PSAK 16) dengan menurut peraturan perpajakan. Akuntansi memperkenankan bagi entitas untuk memilih model biaya atau model revaluasi, sedangkan peraturan perpajakan hanya memperkenankan penggunaan model biaya. Penggunaan model revaluasi diperkenankan dengan syarat entitas sebagai Wajib Pajak harus mengajukan permohonan kepada Dirjen Pajak, selisih lebih revaluasi dikenai pajak, dan tidak diperkenankan adanya penurunan nilai aset tetap.
  • Terdapat perbedaan pengakuan penghasilan menurut akuntansi dan konsep penghasilan menurut peraturan perpajakan. Penghasilan dalam akuntansi mencakup pendapatan dan keuntungan baik yang sudah direalisasi maupun yang belum direalisasi. Sedangkan menurut konsep penghasilan sesuai peraturan perpajakan, penghasilan diakui ketika sudah direalisasi, yaitu ada transaksi eksternal.
  • Pengenaan Pajak Penghasilan atas selisih lebih revaluasi aset tetap berdasarkan konsep penghasilan adalah kurang tepat karena tambahan kemampuan ekonomis berupa kenaikan nilai aset tetap tersebut belum direalisasi oleh entitas sebagai Wajib Pajak karena tidak terjadi transaksi eksternal. Sebaliknya, pada saat terjadi realisasi penghasilan, yaitu pemberian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi selisih lebih revaluasi aset tetap kepada pemegang saham (terjadi transaksi eksternal), tidak dikenai pajak. Sedangkan pengenaan pajak pada saat pengalihan aset tetap yang telah direvaluasi telah sesuai dengan konsep penghasilan.
  • Pengenaan pajak penghasilan atas selisih lebih revaluasi aset tetap berdasarkan perspektif konvergensi IFRS dapat berimplikasi penyematan semangat yang berseberangan dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan entitas sebagai Wajib Pajak. Dengan kata lain, DJP belum mengakomodasi entitas sebagai Wajib Pajak untuk melaporkan aset tetapnya dalam laporan keuangan untuk kepentingan perpajakan sesuai prinsip konvergensi IFRS. Dalam hal entitas sebagai Wajib Pajak menerapkan konvergensi IFRS tersebut maka sesuai ketentuan akan mempunyai implikasi terhadap dikenakannya pajak penghasilan atas selisih lebih nilai aset tetap tersebut (harga pasar dikurangi nilai sisa buku fiskal). 

Topik Lainnya

mengambil data...

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn