• Forum
  • Akuntansi Pajak
  • Jurnal untuk PPh Final
  • Jurnal untuk PPh Final

    Rehulina Tania9 Mei 2019 pukul 17.49
    Rekan-rekan mohon bantuannya,
    Saya mengalami kasus seperti ini
    Oktober 2018 - Maret 2019 kami dapat tagihan sewa atas gedung, karena perusahaan baru dan belum tau soal aturan ini selama periode itu tidak pernah dipotong pajaknya.
    Pada bulan April 2019 saat mendapat tagihan lagi kami meminta kepada penyewa agar tagihan kali ini tidak dibayarkan full, artinya dipotong pajak-pajak yang sebelumnya kami tidak potong (mereka bersedia mengembalikan lebih bayar dengan cara tersebut).
    Lalu bagiamana saya mencatat jurnal Oktober-Maret dan jurnal bulan April nya ?
    Mohon berbagi pengalaman dan ilmu rekan-rekan sekali. Terimakasih
     
    Moderator10 Mei 2019 pukul 13.21
    Dalam keadaan normal (tidak ada kesalahan dalam pembukuan) maka jurnalnya adalah sebagai berikut:
    Asumsikan biaya sewa Rp 1 juta/ bulan

    Jurnal Oktober 2018
    Pembayaran Uang Muka Sewa dan Pemotongan PPh Final
    (dr) Sewa Dibayar di Muka_____Rp 6.000.000
    (cr) Utang PPh Final_____ Rp 600.000
    (cr) Kas_____Rp 5.400.000

    Pelunasan/ Setoran PPh Final
    (dr) Utang PPh Final_____ Rp 600.000
    (cr) Kas_____Rp 600.000

    Jurnal Desember 2018
    Akrual Biaya Sewa
    (dr) Biaya Sewa_____Rp 3.000.000
    (cr) Sewa Dibayar di Muka_____Rp 3.000.000

    Namun karena Tahun Buku 2018 sudah terlanjur ditutup, dan jurnal di atas tidak dilakukan, maka Wajib Pajak perlu mengakui Utang PPh Final tahun lalu serta menagihkannya ke Pihak yang menyewakan, berikut jurnalnya:
    (dr) Piutang_____ Rp 600.000
    (cr) Utang PPh Final_____ Rp 600.000

    Selanjutnya Wajib Pajak harus segera menyetorkan PPh Final tersebut ke Kas Negara dengan Jurnal sebagai berikut:
    Pelunasan/ Setoran PPh Final
    (dr) Utang PPh Final_____ Rp 600.000
    (cr) Kas_____Rp 600.000

    Topik Lainnya

    mengambil data...

    Subscribe

    Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
    2020 © PT. Mitra Pajakku
    Ikuti kami