Pajak OP apabila Istri WNA dan berpenghasilan di luar Indonesia

BUDHI YANTO HALIMAN30 Okt 2018 pukul 20.08
Dear Moderator,

Saya mau menanyakan implementasi peraturan pajak atas Contoh Kasus sebagai berikut:

1. Suami WNI berpenghasilan di Indonesia, mempunyai Istri WNA dan 1 orang anak WNI
2. Istri WNA mempunyai penghasilan di luar negeri dan tinggal di Luar Negeri (Ke Indonesia tidak melewati time test), dan tidak berkeinginan tinggal di Indonesia.

Pertanyaannya:

1. Apakah Suami harus menggabungkan dan melaporkan penghasilan Istri tersebut di dalam SPT Tahunan OP Suami?
   Agar di berikan peraturan perpajakan atas jawaban moderator

2. Apabilan si Istri memberikan HIBAH kepada Anak, bagaimana implementasi peraturan pajak atas hal tersebut

Terimakasih
Regards
Budhi
 
Moderator2 Nov 2018 pukul 21.15
1. Pada dasarnya istri (WNA) tersebut telah memenuhi definisi sebagai subjek pajak Luar Negeri sebagaimana di atur dalam Pasal 2 ayat (4) UU PPh. 

Selanjutnya pada Pasal 2A ayat (4) diatur bahwa:
Kewajiban pajak subjektif orang pribadi atau badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) huruf b dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia dan berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut.

Dengan demikian, istri tersebut memiliki kewajiban perpajakan bukan di Indonesia tetapi di Luar Negeri. Dalam hal ini, penghasilan suami tidak dapat digabung dengan istri karena atas penghasilan istri terutang pajak di Luar Negeri.

2. Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) huruf c PER-30/PJ/2009:

Dikecualikan dari kewajiban pembayaran atau pemungutan Pajak Penghasilan atas penghasilan hak atas tanah dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) adalah:
orang pribadi yang melakukan pengalihan tanah dan/atau bangunan dengan cara hibah kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang hibah tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan;


Selanjutnya, sesuai pasal 4 ayat (3) angka 1 UU PPh:
Yang dikecualikan dari objek pajak adalah:    
harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan,

Kedua aturan tersebut di atas tidak mengatur batasan apakah Pemberi hibah Subjek Pajak Dalam Negeri atau Luar Negeri, atau dengan kata lain aturan tersebut berlaku untuk seluruh Subjek Pajak. Dengan demikian, sesuai dengan ketentuan di atas, baik Pemberi Hibah (Pihak yang mengalihkan hak atas tanah dan bangunan) maupun penerima hibah, tidak dikenakan Pajak Penghasilan.
lauren15 Jun 2022 pukul 19.56

Dear moderator,

Saya mao bertanya:

1. Calon suami saya tinggal dan bekerja di luar negeri. Dan dia wna. Bagaimana perlakuan pajak apabila saya tidak membuat perjanjian pranikah. Apakah saya harus lapor dan membayar pajak penghasilan calon suami di spt tahunan saya?

2. Apabila saya ikut calon suami dan tinggal di luar negeri serta bekerja disana. Apakah saya harus lapor dan bayar penghasilan yang saya dapatkan di ln? Padahal di ln pasti akan dikenakan pajak penghasilan.

Terima kasih

suprianto21 Jun 2022 pukul 09.30

Dear moderator,

Saya mao bertanya:

1. Calon suami saya tinggal dan bekerja di luar negeri. Dan dia wna. Bagaimana perlakuan pajak apabila saya tidak membuat perjanjian pranikah. Apakah saya harus lapor dan membayar pajak penghasilan calon suami di spt tahunan saya?

2. Apabila saya ikut calon suami dan tinggal di luar negeri serta bekerja disana. Apakah saya harus lapor dan bayar penghasilan yang saya dapatkan di ln? Padahal di ln pasti akan dikenakan pajak penghasilan.

Terima kasih

Rekan Lauren,

1. Calon suami saya tinggal dan bekerja di luar negeri. Dan dia wna. Bagaimana perlakuan pajak apabila saya tidak membuat perjanjian pranikah. Apakah saya harus lapor dan membayar pajak penghasilan calon suami di spt tahunan saya? > untuk saat ini dikarenakan masih belum menikah, maka kewajiban perpajakan dilakukan secara terpisah

2.Jika rekan ingin memiliki rencana bekerja /bertempat tinggal di LN lebih dari 183 hari, maka rekan dapat mengajukan status Non efektif pada NPWP yang rekan miliki sehingga rekan tidak perlu melaporkan dan menyetorkan SPT Orang Pribadi

Terimakasih

Topik Lainnya

mengambil data...

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2022 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn