Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018: Momentum Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Moderator31 Agt 2018 pukul 19.45
Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018: Momentum Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG) 2018 akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali tanggal 8-14 Oktober 2018. Dalam acara ini para pimpinan IMF dan WBG akan membahas perkembangan dan tantangan ekonomi dunia serta upaya untuk mengentaskan kemiskinan. Diperkirakan 12000 sampai 15000 peserta akan turut hadir dari 189 negara.

Indonesia patut bangga karena diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah acara paling bergengsi dalam forum ekonomi internasional. Dalam 20 tahun terakhir tercatat bahwa, selain Amerika Serikat, hanya ada beberapa negara yang dipercaya untuk menyelenggarakannya, yaitu: Uni Emirat Arab (2003), Singapura (2006), Turki (2009), Jepang (2012), Peru (2015).

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh Indonesia dari penyelenggaraan tersebut. Pertama, secara umum, acara tersebut akan melejitkan pamor Indonesia di mata dunia sehingga dapat menjadi media promosi Indonesia ke seluruh dunia. Seluruh mata masyarakat dunia, khususnya para pelaku ekonomi, akan tertuju ke Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memberikan keuntungan jangka panjang dalam bidang ekonomi, politik, hubungan internasional dan pariwisata.

Kedua, dari sisi ekonomi manfaat langsung yang diperoleh adalah meningkatnya kegiatan ekonomi sebelum, selama dan setelah acara Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 berlangsung. Kegiatan ekonomi ini didorong oleh belanja pemerintah sebesar Rp 855,5 milyar dan pengeluaran para peserta yang diperkirakan mencapai sekitar 110-130 juta dollar AS serta efek multiplikasinya.

Ketiga, dalam jangka panjang kegiatan tersebut akan meningkatkan peluang investasi asing di Indonesia. Kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan acara tersebut dengan baik akan memberikan kesan kepada para pelaku ekonomi dunia akan bahwa ekonomi Indonesia cukup sehat dan stabil sehingga layak dijadikan sebagai tujuan investasi.

Akan tetapi, perlu disadari bahwa Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 juga membawa dampak negatif utamanya terkait dengan biaya penyelenggaraan. Pemerintah harus mengeluarkan dana yang luar biasa besar untuk kegiatan yang berlangsung hanya 1 (satu) pekan saja. Di samping itu, energi dan pikiran pemerintah juga akan tersita cukup banyak untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan acara tersebut. Aktivitas masyarakat sekitar akan dibatasi selama penyelenggaraan demi keamanan dan kenyamanan tamu negara. Selanjutnya, ketidaksiapan Indonesia dalam penyelenggaraan dapat saja menjadi promosi negatif Indonesia di mata dunia.


Memanfaatkan Momentum

Pemerintah harus menjaga momentum emas ini untuk memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa akan datang. Pemerintah wajib mempersiapkan seluruh sarana-prasarana sebaik mungkin. Pembangunan infrastruktur dalam masa persiapan penyelenggaraan harus berorientasi jangka panjang sehingga dapat digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi di masa akan datang. Dekorasi yang sifatnya superfisial tidak akan banyak manfaatnya dan justru akan memberikan kesan negatif.

Selanjutnya, agar manfaat langsung dari Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat, maka lokasi penyelenggaraan maupun kegiatan pasca penyelenggaraan sebaiknya diadakan di beberapa daerah sekitar, seperti pulau Lombok, pulau Sumbawa, serta daerah-daerah di sekitar pulau Flores. Reputasi Pulau Bali sebagai tujuan wisata dunia sudah sangat mendunia sehingga Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 tidak menambahkan banyak hal. Sebaliknya, daerah tujuan wisata lainnya perlu mendapatkan kesempatan untuk dipamerkan kepada dunia.

Walaupun sedianya acara ini membahas tentang perekonomian global tetapi akan sangat baik apabila pemerintah Indonesia dapat mengkapitalisasi momentum pertemuan pelaku ekonomi dunia untuk mempromosikan peluang bisnis di Indonesia melalui pameran investasi Indonesia. Pemerintah dapat mengangkat kekayaan sumber daya alam Indonesia, populasi penduduk terbesar keempat di dunia, pertumbuhan ekonomi yang progresif, kondisi politik yang demokratis dan stabil dan hal-hal positif lainnya yang dapat menunjukkan bahwa investasi di Indonesia sangat prospektif.

Terakhir, pemerintah wajib menciptakan iklim investasi yang sustainable. Pemerintah Indonesia wajib membenahi administrasi pembukaan usaha agar investor dapat dengan mudah dan cepat memulai usahanya di Indonesia. Selanjutnya, Pemerintah Indonesia dapat memberikan insentif perpajakan kepada seluruh Wajib Pajak antara lain dengan tarif pajak yang kompetitif dan sistem administrasi yang praktis. Peraturan perpajakan sebaiknya disusun dengan lebih adil, ringkas dan mudah dipahami. Pemerintah juga perlu membenahi sistem administrasi perpajakan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sehingga Wajib Pajak dapat dengan mudah memenuhi kewajiban perpajakannya dengan lengkap dan benar demi  kepastian hukum.

Kesimpulannya, manfaat Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 hanya dapat dirasakan apabila Pemerintah dapat mempersiapkannya dengan baik dan menjaga momentum tersebut untuk mendorong investasi di masa akan datang. Tanpa hal tersebut, pengeluaran untuk Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 hanya merupakan pemborosan atas dana wajib pajak semata.
 

Topik Lainnya

mengambil data...

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info