Pencatatan Penambahan Harta sehubungan dengan Tax Amnesty

BUDHI YANTO HALIMAN12 Mar 2018 pukul 20.27
Dear all,

Saya mau bertanya :

Apakah benar bahwa untuk pencatatan atas Deklarasi Tax Amnesty harus menggunakan tanggal 1 Januari 2016? Dan bukan tanggal pada saat dilakukan / di setujuinya Tax Amnesty tersebut?

Thx
Moderator13 Mar 2018 pukul 09.25

Sesuai Angka 3 huruf a S-150/PJ.03/2017:

“tambahan harta dan utang yang membentuk nilai harta bersih yang dilaporkan dalam Surat Pernyataan dan telah diterbitkan Surat Keterangan diperlakukan sebagai perolehan harta baru dan perolehan utang baru Wajib Pajak sesuai tanggal Surat Keterangan;”

 

Dengan demikian, tanggal perolehan harta tambahan di dalam formulir SPT Tahunan PPh adalah tanggal Surat Keterangan (SKET).

 

Referensi:

Surat Direktur Jenderal Pajak nomor S-150/PJ.03/2017 Penegasan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Terkait Penyampaian Surat Pernyataan Harta (SPH) Untuk Pengampunan Pajak

BUDHI YANTO HALIMAN15 Mar 2018 pukul 08.35
Dear Moderator,

Cukup Jelas di sisi perturan pajaknya....

Bagaimana denga sisi Pencatatan di pembukuan?
Apakah wajib di catat tanggal 1 Januari 2016 atau boleh di catat sesuai dengan tanggal Deklarasi nya?

 
Moderator15 Mar 2018 pukul 10.05
Untuk tujuan Pembukuan Fiskal aset tersebut dibukukan sebagai aktiva dengan tanggal perolehan harta tambahan adalah tanggal Surat Keterangan (SKET).
Belajar Pajak15 Mar 2018 pukul 13.03
Dear Moderator,
Tolong Pencerahan mengenai 

1.  Jika TA juga memiliki Valas, apakah pelaporan peningkatan atau penurunan nikai kurs juga ikut?
ataukah kurs ditulis sama saat TA?

misal TA  
USD 500@Rp.14.436

Apakah Laporan TA 2017 menjadi 
USD 500@Rp.13.548  => Mengikuti Kurs 2017

Dan Bagaimana penulisan keterangan
apakah ditulis penurunan nilai kurs ataukah kurs tengah per 31 Desember 2017


2. Bagaimana dengan Emas jika mengalami kenaikan dan penurunan nilai?

3.  apabila saya memiliki deposito yang di TA kan dan mendapatkan bunga atas deposito tersebut, apakah masuk ke dalam Laporan Penempatan Harta Tambahan yang rutin dilaporkan, ataukah masuk kedalam SPT tahunan sehingga Laporan Penempatan Harta Tambahan yang saya laporkan masih memiliki nilai deposito yang sama saat TA.?

4.  bagaimana jika harta tersebut berkurang, misalkan untuk pembayaran hutang atau pembelian aset?

5.   bagaimana jika terjadi perubahan, misalhan deposito menjadi saham (kemudian harga saham tersebut naik atau turun), dan bagaimana pelaporannya jika masih dipegang atau sudah terjual. atau menjadi properti, yang dilaporkan apakah harga perolehan ataukah harga pada akhir tahun pajak?


Terima Kasih
MUHAMMAD HANIF AKBARI11 Okt 2018 pukul 13.53
Dear all,

Mohon izin bertanya,

Apakah dapat menjual aset(dalam hal ini ex: angkutan/truck) yang didaftarkan dalam aset di tax amensty boleh dijual? atau  dilepaskan dari aset perusahaan, bagaimana cara dan aturan dari tax amnesty?

mohon penjelasannya,
salam hormat 
Terima kasih
moderator(Moderator)26 Mei 2021 pukul 19.37

Petunjuk Teknis Penilaian Harta Selain Kas yang Diperlakukan atau Dianggap Sebagai Penghasilan Dalam Rangka Pelaksanaan Pasal 18 Undang-Undang Pengampunan Pajak dapat dilihat pada SE-24/PJ/2017.

moderator(Moderator)26 Mei 2021 pukul 20.08
Dear all,

Mohon izin bertanya,

Apakah dapat menjual aset(dalam hal ini ex: angkutan/truck) yang didaftarkan dalam aset di tax amensty boleh dijual? atau  dilepaskan dari aset perusahaan, bagaimana cara dan aturan dari tax amnesty?

mohon penjelasannya,
salam hormat 
Terima kasih

Sesuai dengan Undang-undang Pengampunan Pajak, kewajiban subjek pengampunan pajak atas harta yang diungkap adalah sebatas tidak mengalihkan Harta tambahan yang telah berada di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Topik Lainnya

mengambil data...

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info