Jasa Penyediaan Tempat Parkir vs. Jasa Pengelolaan Tempat Parkir

Moderator22 Nov 2017 pukul 21.04
  1. Definisi

    1. Tempat Parkir adalah tempat parkir kendaraan bermotor di luar badan jalan yang disediakan oleh orang atau badan, termasuk tempat penitipan kendaraan bermotor dan garasi kendaraan bermotor.

    2. Pemilik Tempat Parkir adalah orang atau badan yang memiliki tempat parkir.

    3. Pengusaha Pengelola Tempat Parkir adalah orang atau badan yang mengelola Tempat Parkir yang disediakan oleh Pemilik Tempat Parkir, termasuk pengusaha pengelola valet parking atau sebutan lainnya.

    4. Pengguna Tempat Parkir adalah orang atau badan yang memanfaatkan Tempat Parkir dengan dipungut bayaran.

    5. Jasa Penyediaan Tempat Parkir adalah jasa penyediaan atau penyelenggaraan Tempat Parkir yang dilakukan oleh Pemilik Tempat Parkir atau Pengusaha Pengelola Tempat Parkir kepada Pengguna Tempat Parkir dengan dipungut bayaran.

    6. Jasa Pengelolaan Tempat Parkir adalah jasa yang dilakukan oleh Pengusaha Pengelola Tempat Parkir untuk mengelola Tempat Parkir yang dimiliki atau disediakan oleh Pemilik Tempat Parkir, dengan menerima imbalan dari Pemilik Tempat Parkir, termasuk imbalan dalam bentuk bagi hasil.


 

  1. Pengenaan Pajak

    

  1. Pajak Penghasilan (PPh)

 

Baik Penghasilan dari  Jasa Penyediaan Tempat Parkir maupun Jasa Pengelolaan Tempat Parkir merupakan objek Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 ayat (1) UU PPh, bersifat tidak final dan dikenakan PPh sesuai tarif umum.

 

Akan tetapi apabila Wajib Pajak yang menerima kedua jenis penghasilan tersebut merupakan Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu sebagaimana  dimaksud dalam PP-46/2013, maka atas kedua jenis sumber penghasilan tersebut dikenakan PPh Final sebesar 1%.

 

Khusus atas Jasa Pengelolaan Tempat Parkir, pemilik tempat parkir wajib melakukan pemotongan PPh Pasal 23 sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (6) huruf aq PMK-141/PMK.03/2015.

 

Sesuai Pasal 1 ayat (3) PMK-141/PMK.03/2015, yang menjadi DPP Pemotongan PPh Pasal 23 adalah: seluruh jumlah penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya.

 

Sementara itu, Jasa Pengelolaan Tempat Parkir bukan merupakan objek Pemotongan dan/ atau Pemungutan Pajak Penghasilan.

 

b.  Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

    Sesuai Pasal 2 PMK-122/MK.03/2012

      1. Atas penyerahan Jasa Penyediaan Tempat Parkir tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai

      2. Atas penyerahan Jasa Pengelolaan Tempat Parkir dikenai Pajak Pertambahan Nilai.

 

Dasar Pengenaan Pajak atas Jasa Pengelolaan Tempat Parkir adalah nilai penggantian yaitu nilai berupa uang, termasuk biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Pengelola Tempat Parkir kepada Pemilik Tempat Parkir. Termasuk dalam pengertian nilai penggantian sebagaimana dimaksud  adalah imbalan berupa bagi hasil yang diperoleh oleh Pengusaha Pengelola Tempat Parkir dari Pemilik Tempat Parkir.


  1. Kesimpulan

Terdapat perbedaan dalam  pengenaan Pajak atas Jasa Penyediaan Tempat Parkir dan Jasa Pengelolaan Tempat Parkir baik Pajak Penghasilan maupun Pajak Pertambahan Nilai. Oleh karena itu, WP wajib memahami jenis penghasilan yang diperoleh: apakah berupa Jasa Penyediaan Tempat Parkir atau Jasa Pengelolaan Tempat Parkir.

    


Referensi:

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu

  2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/MK.03/2012 Tentang Kriteria Jasa Penyediaan Tempat Parkir Yang Termasuk Dalam Jenis Jasa Yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai

  3. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 141/Pmk.03/2015 Tentang Jenis Jasa Lain Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 23 Ayat (1) Huruf C Angka 2 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008

Suprianto28 Nov 2017 pukul 16.05

Dear Moderator,

Maaf sebelumnya, kurang paham maksud Bagian B point a pagaraf 3 dan 5.

Khusus atas Jasa Pengelolaan Tempat Parkir, pemilik tempat parkir wajib melakukan pemotongan PPh Pasal 23 sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (6) huruf aq PMK-141/PMK.03/2015.

Sementara itu, Jasa Pengelolaan Tempat Parkir “bukan” merupakan objek Pemotongan dan/ atau Pemungutan Pajak Penghasilan.

 

Terimakasih

Moderator28 Nov 2017 pukul 21.36
Maaf, terjadi kesalahan penulisan. Seharusnya:
Sementara itu, Jasa Penyediaan Tempat Parkir bukan merupakan objek Pemotongan dan/ atau Pemungutan Pajak Penghasilan.

Terima kasih atas koreksinya.
Mohamad Luhur Hambali12 Jun 2019 pukul 16.47
Dear Moderator,

Terkait dengan statement moderator yang menyatakan bahwa:

Jasa Pengelolaan Tempat Parkir “bukan” merupakan objek Pemotongan dan/ atau Pemungutan Pajak Penghasilan,

Apakah ada dasar peraturan yang mengatur hal tersebut?
mulyanapajak8 Jun 2021 pukul 17.57
Dear Moderator,

Terkait dengan statement moderator yang menyatakan bahwa:

Jasa Pengelolaan Tempat Parkir “bukan” merupakan objek Pemotongan dan/ atau Pemungutan Pajak Penghasilan,

Apakah ada dasar peraturan yang mengatur hal tersebut?

Rekan Jasa pengelolaan tempat parkir bukan merupakan pemotongan, tapi tetap merupakan objek pajak sesuai UU PPh Pasal 4, CMIIW..

Topik Lainnya

mengambil data...

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari pajakku
2021 © PT. Mitra Pajakku
Ikuti kami
BAYAR
PAJAK
icon-mpn
Web Info